BACA JUGA : Sebagian Besar Indonesia Diprakirakan Berawan
Bupati Jember Hendy Siswanto mendorong seluruh sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Menurutnya, konsep kurikulum tersebut memiliki dua pilar yang saling berkaitan. “Merdeka belajar dan merdeka mengajar, juga hak belajar dan hak mengajar,” ucapnya saat melakukan sharing bersama jajaran guru SMP Negeri se-Jember di Hotel Rembangan, Kamis lalu (26/1).
Terdapat makna mendalam dari kedua pilar itu. Setiap murid memiliki hak untuk mendapatkan pengajaran sekaligus hak mendapatkan kemerdekaan belajar. Begitu juga dengan guru yang juga berhak menentukan metode belajar yang diterapkan kepada anak-anak didiknya, lewat inovasi dan kreativitas yang dimiliki.
Bupati Hendy berharap murid dan guru sama-sama mendapatkan manfaat dari penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Guru didorong untuk terus berinovasi dalam setiap pembelajaran. Hal itu agar apa yang disampaikan kepada murid bisa ditangkap dengan baik.
Bidang pendidikan menjadi sarana yang diharapkan bisa memberikan kontribusi pada peningkatan sektor ekonomi di Jember. Sinergi dan kolaborasi, kata Hendy, kepada seluruh jajaran guru dalam menerapkan kurikulum tersebut dibutuhkan agar harapan untuk memajukan dunia pendidikan itu bisa tercapai. “Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk mengetahui progres implementasinya,” terang Bupati Hendy.
Tidak tertutup kemungkinan, pendidikan menjadi pintu pembuka bagi peningkatan di semua sektor. Tak hanya ekonomi, tapi juga kesehatan hingga pertanian. Oleh sebab itu, tak heran jika tahun ini Pemkab Jember mengalokasikan dana APBD khusus untuk sektor pendidikan melebihi minimal anggaran yang diatur secara nasional, yakni 24 persen. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri