Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tingkatkan Peran Guru Cegah Kenakalan Remaja

Safitri • Rabu, 18 Januari 2023 | 19:26 WIB
TEPUK TANGAN: Ekspresi Bupati Jember Hendy Siswanto yang nobar Piala Dunia di Alun-Alun Jember, Minggu malam (20/11).
TEPUK TANGAN: Ekspresi Bupati Jember Hendy Siswanto yang nobar Piala Dunia di Alun-Alun Jember, Minggu malam (20/11).
JEMBER LOR, Radar Jember - Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi makin canggih. Pelajar bahkan anak-anak pun sudah lekat dengan teknologi dalam kesehariannya. Seluruh konten-konten positif maupun negatif itu mudah diakses melalui perangkat telepon. Oleh karena itu, guru harus berperan dalam mencegah kenakalan remaja yang berangkat dari teknologi dan internet.

BACA JUGA : Libas 3-0 Persijaya Garuda pada Babak 16 Besar Piala Soeratin U-13

Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan bahwa kecanggihan teknologi perlu menjadi perhatian oleh orang dewasa. Terutama guru di sekolah. Menurutnya, guru perlu mengawasi dan memperhatikan apa yang diakses pelajar saat menggunakan internet. “Jangan sampai malah merusak penerus bangsa,” ucapnya saat melantik kepala sekolah dan pejabat struktural Pemkab Jember, Jumat (6/1), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Mengawal anak didik dalam penggunaan media digital adalah salah satu cara untuk mencegah timbulnya kenakalan remaja. Seperti kasus yang pernah terjadi di Jember. “Ada berita di luar Jember, ada puluhan pelajar yang ditertibkan pada jam sekolah saat berada di mal. Saat dihukum dengan melafalkan bait Pancasila, tak ada satu pun yang hafal,” papar Bupati Hendy.

Berkaitan dengan pendidikan karakter, dia menyebut bahwa tenaga pendidik memiliki tugas rumah dalam mendidik anak bangsa. Hal itu termasuk memberikan edukasi soal penggunaan media digital dengan bijak. Terutama untuk mengakses konten-konten positif yang bisa menambah khazanah keilmuan. Kecanggihan teknologi, tambahnya, bisa mengakibatkan lost generation atau hilangnya kesempatan pelajar mendapatkan pembelajaran maksimal.

Bupati Hendy menambahkan bahwa butir-butir Pancasila hendaknya menjadi pembelajaran awal di sekolah. Hal itu semestinya sudah dihafal dan melekat di ingatan peserta didik. “Ini menjadi PR para tenaga pendidik, agar siswa memilah dan memilih terhadap konten yang berada di dunia maya. Supaya tetap dapat positifnya,” pesannya.

Kemajuan teknologi dengan informasi yang serba mudah diakses saat ini seharusnya juga menjadi sarana bagi pelajar untuk menambah pengetahuan di luar sekolah. Meski tidak bisa dielak banyak sekali konten negatif yang berkeliaran di sosial media. Oleh karena itulah, kata dia, peran guru dibutuhkan, sebagai pengawas aksesibilitas peserta didik dalam menggunakan perangkat teknologi digital. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember