Agenda Ngopi Bareng Stakeholder Bahas Inflasi hingga Layanan Perizinan

Safitri • Dipublikasikan Kamis, 12 Januari 2023 | 21:08 WIB
MERAPAT: Bupati Jember Hendy Siswanto usai ngopi bareng dengan stakeholder dan pelaku usaha di Jember, membahas pengendalian inflasi, Senin malam (10/1), di Pendapa Wahyawibawagraha.
MERAPAT: Bupati Jember Hendy Siswanto usai ngopi bareng dengan stakeholder dan pelaku usaha di Jember, membahas pengendalian inflasi, Senin malam (10/1), di Pendapa Wahyawibawagraha.
JEMBER LOR, Radar Jember - Pemkab Jember menggelar ngopi bareng yang diinisiasi oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) Jember MB Firjaun Barlaman, Senin malam (10/1), di Pendapa Wahyawibawagraha. Agenda itu digelar dalam rangka mengajak seluruh stakeholder dan pelaku usaha untuk bersama-sama mengendalikan inflasi daerah. Sekaligus meminta kritik dan saran terkait layanan perizinan berusaha di Jember.

BACA JUGA : Tersangka Korupsi Obat Diputus Kontrak

Bupati Hendy mengaku, selama menjabat sebagai kepala daerah masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi ke depannya. Karena itu, koreksi dibutuhkan dalam rangka perbaikan. Masukan itu terutama diharapkan datang dari para pelaku usaha di Jember. “Bagaimana pelayanan perizinan usaha di Jember, apakah sudah baik atau belum,” tuturnya kepada para pelaku usaha saat acara ngopi bareng.

Sebagai bentuk dukungan atas keberlangsungan usaha, pemkab telah berupaya memberikan kemudahan dalam mengurus setiap perizinan yang berkaitan dengan usaha masyarakat. Apalagi, tambahnya, layanan perizinan juga sudah bisa diakses secara daring, sehingga lebih cepat dan tidak perlu datang ke lokasi. Kendati demikian, dia tetap meminta ada koreksi atas layanan yang sudah ada agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

Lebih jauh, Bupati Hendy mengajak diskusi para pelaku usaha untuk bersama-sama mengendalikan inflasi. Menurutnya, perlu ada sinergi dari berbagai pihak, agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki banyak cara pandang dalam menyusun strategi. “Pembicaraan soal inflasi dianggap sangat penting karena berkaitan dengan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Dia menuturkan bahwa 2023 menjadi tahun yang sudah banyak diperbincangkan dunia sebagai tahun yang tidak baik-baik saja dalam hal masalah ekonomi. “Saat ini, dunia sedang tidak baik-baik saja secara global,” ucapnya. Oleh karena itu, pemkab perlu mewaspadai terkait dampak ekonomi yang terjadi pada Indonesia, termasuk Jember.

Membuat event-event di berbagai wilayah adalah salah satu cara Bupati Hendy untuk mengendalikan laju inflasi. Hal itu diyakini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat bawah. “Daya beli masyarakat bisa tetap stabil,” paparnya.

Kendati demikian, Pemkab Jember masih menghadapi dua masalah. Problem yang jadi perhatian, kata Suami Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini itu, harus menuntaskan secara bersama-sama terkait pelabuhan dan bandara. “Dua-duanya butuh perhatian besar sebagai penguat ekonomi pula,” imbuhnya.

Soal pelabuhan, kata Hendy, Jember belum memiliki pelabuhan umum, hanya pelabuhan perikanan.  Akibatnya, Kota Suwar-Suwir dalam hal akomodasi perdagangan antardaerah belum bisa bersaing. “Jember dengan penghasilan pertanian yang tinggi, tapi masih kalah dengan kabupaten lain,” ungkapnya.

Terkait bandara, kata Hendy, juga masih belum maksimal. Menurutnya, jalur udara bisa menjadi pilihan perjalanan yang lebih cepat dibandingkan jalur lainnya. Apalagi, jalur darat sering kali terkendala macet. Dia mengajak seluruh pihak untuk turut memaksimalkan keberadaan Bandara Notohadinegoro yang mulai diaktifkan kembali di awal tahun ini. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
Jember