Setelah Digagalkan Gubernur, Bangunan Asrama Haji di Jember Terbengkalai

Safitri • Dipublikasikan Kamis, 12 Januari 2023 | 17:02 WIB
UANG BESAR: Bangunan yang dulu diproyeksikan untuk asrama haji, sebelum kepemimpinan Hendy-Firjaun, hingga kini tidak jelas kelanjutannya.
UANG BESAR: Bangunan yang dulu diproyeksikan untuk asrama haji, sebelum kepemimpinan Hendy-Firjaun, hingga kini tidak jelas kelanjutannya.
AJUNG, Radar Jember – Proyeksi pembangunan asrama haji di kompleks Jember Sport Garden (JSG) yang sempat digagalkan Gubernur Jawa Timur karena menggunakan anggaran tahun jamak, tetap terbengkalai. Alih-alih ada rencana untuk diteruskan atau dimanfaatkan untuk hal lain, belum juga ada kabar hingga berita ini ditulis, kemarin (11/1).

BACA JUGA : Pembunuh Dewa Akui Sudah Lama Incar Korban  

Pembangunan asrama haji itu dulunya direncanakan sampai tiga tahap. Pertama pada tahun 2019, kedua pada 2020, dan ketiga direncanakan tahun 2021. Namun, dalam perjalanannya hanya dapat dieksekusi pada pembangunan tahap satu, yakni dengan dana sebesar Rp sebesar Rp 17,5 miliar dari APBD Jember. Hasil pembangunan seperti yang terlihat di foto, yakni hanya sebatas tiang kegagalan.

Proyek raksasa itu rencananya dilanjutkan pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp 132 miliar untuk pembangunan asrama haji tujuh lantai. Berikutnya, pada tahun 2021 direncanakan akan diisi interiornya dengan anggaran Rp 70 miliar. Namun, siapa yang menyangka, sebelum rencana tahun 2020 dieksekusi, Gubernur Jawa Timur menggagalkannya karena perencanaan tahun jamak sampai tiga tahun baru diketahui setelah program berjalan. Pada tahun kedua itulah proyek tersebut mangkrak.

Kini, dengan kondisi bangunan mangkrak tersebut, ada bermiliar-miliar uang yang terbuang begitu saja. Tidak ada manfaat dan tidak ada keuntungan apa pun di balik bangunan yang sempat berubah-ubah nama tersebut. Bahkan, sampai sekarang nasib monumen kegagalan pembangunan itu belum jelas akan diapakan.

Di lokasi kini sudah tumbuh rumput liar, namun masih layak untuk dijadikan tempat berswafoto. Paling tidak, meskipun warga Jember tidak bisa menikmati asrama haji, tetapi bisa berswafoto dengan latar sejumlah tiang beton tersebut.

Bangunan itu dilihat dari jauh tetap menjulang tinggi. Di sisi luar, semak belukar sudah mulai menutupinya. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pintu masuk ke lokasi kerap didatangi orang-orang yang mungkin ingin sekadar tahu dan berfoto.

Waro, pemilik warung yang ada di dekat bangunan itu, menjelaskan, setelah jalan hampir satu tahun pembangunannya, pada tahun 2020 proses itu terhenti. Akan tetapi, pada tahun 2021 dia mengingat sempat ada kelanjutan pembangunan untuk menyempurnakan tiang. Itu bisa dilihat dari file foto Jawa Pos Radar Jember setelah pembangunan digagalkan oleh gubernur, dengan kondisi bangunan yang difoto kemarin.

“Sekarang bangunan itu biasa digunakan untuk anak muda foto-foto. Tidak jarang juga ada orang dewasa yang penasaran melihat dari dekat bangunan yang katanya mau dibangun asrama haji itu,” tutur ibu satu anak itu.

Dikonfirmasi terpisah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Arief Tjahjono menyebut, dirinya tidak mengetahui mengenai bangunan asrama haji itu apakah ada rencana kelanjutan atau akan dimanfaatkan untuk yang lain. “Mungkin bisa ditanyakan ke instansi yang lain. Perihal itu saya tidak mau menjawab dan tidak mau berkomentar,” tegasnya. (ben/c2/nur) Editor : Safitri
Jember Haji