BACA JUGA : Mainkan Lato-Lato, Jadi Lupa Gadget!
Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama digagasnya program-program Pemkab Jember. Sementara, program mandiri energi yang tengah dicanangkan juga diiringi dengan program mandiri pangan. Mandiri energi dengan energi terbarukan (ET) berbasis tenaga mikro hidro dan matahari. Sedangkan, mandiri pangan dengan pupuk organik yang akan diproduksi sendiri.
Bupati Hendy mengatakan bahwa Pemkab Jember tidak tinggal diam menyaksikan petani yang berjuang sebagai penyedia sumber pangan masyarakat. Namun, ikut bergerak dan menyediakan sarana produksi (saprodi) pertanian yang dibutuhkan. “Akan membangun pabrik pupuk yang berasal dari bahan organik,” ucapnya. Dalam melakukan produksinya, nanti pemkab juga menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder hingga akademisi.
Dia menuturkan, pemkab akan mengajak serta pesantren juga sekolah-sekolah untuk mewujudkan Jember mandiri pangan. Cita-cita besar tersebut akan dilaksanakan semaksimal mungkin di tahun ini. “Karena program ini (mandiri energi dan pangan, Red) sangat mengena ke grassroots,” papar Bupati Hendy saat memberikan sambutan dalam suatu acara di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, kemarin (10/1).
Menurutnya, program mandiri pangan adalah bagian dari kehidupan manusia, bahkan menjadi kebutuhan dasar. Oleh karena itu, dia meminta dukungan kepada seluruh masyarakat Jember untuk turut menyukseskan program mandiri pangan dan energi. Dua hal tersebut berdampak langsung bagi keberlangsungan hidup warga Kota Tembakau ini.
Pangan adalah hal yang tidak terpisahkan dari manusia hidup. Selain itu, juga memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan ekonomi. Bupati Hendy menambahkan, dengan mandiri pangan, maka bisa menjadi cara untuk mengentaskan kemiskinan dan membuka peluang kerja.
Pemkab Jember bisa menyediakan apa yang dibutuhkan petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen. Petani memiliki keuntungan yang lebih baik lagi untuk mendapatkan pupuk. Ketersediaan pangan juga lebih mudah didapat oleh masyarakat dengan harga yang wajar. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri