BACA JUGA : Libur Akhir Tahun Satu Juta Kendaraan Masuk Jogjakarta
Penghargaan itu langsung diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jember Hendy Siswanto di Hotel Shangrila, Surabaya, kemarin (27/12). Paritrana Award merupakan penghargaan dari pemerintah atas kepedulian pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong serta memberikan perlindungan kepada pekerja melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Jember berhasil mengungguli dua kabupaten/kota lain yang masuk ke dalam nominasi. Kabupaten/kota tersebut yakni Kota Malang dan Kabupaten Ponorogo. Pada penghargaan itu, kabupaten juga mendapatkan hadiah kendaraan sepeda motor Yamaha Fazio.
Bupati Hendy Siswanto mengucap syukur atas penghargaan Paritrana Award itu. Menurutnya, ke depan perlu peningkatan untuk melindungi pekerja dengan mendaftarkannya ke BPJS Ketenagakerjaan. “Alhamdulillah, ini suatu kebanggaan bersama,” tuturnya.
Pemkab Jember akan secara konsisten mengajak stakeholder, semua perusahaan, pelaku UMKM, serta pengusaha untuk bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Hendy, adanya BPJS Ketenagakerjaan merupakan wujud nyata komitmen Presiden Joko Widodo untuk memajukan perekonomian melalui BPJS Ketenagakerjaan. “BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu cara untuk memajukan perekonomian,” jelas Bupati Hendy.
Melihat iuran yang haus dibayarkan di BPJS Ketenagakerjaan, menurut Bupati Hendy, sangat terjangkau. Per bulannya hanya membayar sekitar 18 ribu. Tetapi, proteksi yang didapatkan nantinya sangatlah luar biasa. “Proteksi ini tidak hanya membantu pekerja saja, tetapi juga keluarga dari pekerja,” terangnya.
Maka dari itu, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah suatu kewajiban. Hal itu juga bisa memproteksi dari persoalan kemiskinan. “Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, Jember akan segera bangkit dan akan menekan kemiskinan,” tutur bupati.
Bupati Hendy menargetkan, untuk tahun 2023, Jember akan mendapatkan juara 1 Paritrana di tingkat nasional. Dalam hal itu, hal terpenting menurutnya bukan mengenai raihan juara, tetapi sasaran akhirnya. Yakni masyarakat Jember, para pimpinan perusahaan, mengikutsertakan karyawannya dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Karena hal ini dapat membantu pergerakan ekonomi dan yang jelas ini menguntungkan bagi masyarakat. “Ini yang paling penting,” pungkasnya. (cad/c2/nur) Editor : Safitri