Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DID Rp 3,3 M Sebabkan Serapan Rendah

Safitri • Rabu, 7 Desember 2022 | 20:42 WIB
ilustrasi (Foto: Maulana Ijal)
ilustrasi (Foto: Maulana Ijal)
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Serapan anggaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Jember akhir tahun ini masih 52 persen. Hal itu disebabkan adanya Dana Intensif Daerah (DID) senilai Rp 3,3 milliar yang menjadi tambahan. Dana tersebut diberikan atas keberhasilannya Pemkab Jember dalam menekan inflasi beberapa waktu lalu. Anggaran itu dikabarkan akan dihabiskan pada bulan Desember 2022.

BACA JUGA : Jamin CAT PPK Tidak Ada Kecurangan

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI) Sri Mulyani memberikan DID senilai Rp 10,36 atas keberhasilan Pemkab Jember menekan inflasi. Sebanyak Rp 3,3 milliar dialokasikan ke Diskop UMKM Jember pada Oktober 2022. Tambahan dana ini rupanya menyebabkan serapan anggaran di OPD tersebut turun drastis, yang awalnya 75 persen, kini menjadi 52 persen. Karena mendekati akhir tahun, akhirnya terjadi pengebutan kegiatan untuk menghabiskan anggaran tersebut.

Kepala Diskop UMKM Jember, Sartini mengatakan, Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) tahun pertama, serapan anggaran sudah mencapai 75 persen. Sementara, memasuki bulan Oktober angka itu menurun lagi menjadi 52 persen. "Dan sekarang sedang dilakukan proses melakukan kegiatan untuk menyerap anggaran tersebut," katanya.

Kegiatan yang sudah dianggarkan pada APBD tahun pertama itu sebagian besar sudah direalisasikan. Bahkan, kata Sartini, beberapa kegiatan juga telah dilakukan pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPj). "Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan SPj, kami eksekusi duluan," imbuhnya.

Sementara, dana tambahan yang masuk pada bulan Oktober 2022 itu juga akan dikebut di bulan Desember ini. Dia menyebut, dana sebesar itu akan dialokasikan kepada kegiatan berupa pelatihan. "Semuanya dianggarkan untuk pelatihan pelatihan untuk meningkatkan pelaku usaha mikro," terangnya.

Sartini menjelaskan, saat ini berbagai kegiatan pelatihan sedang digencarkan. Dia menarget dana Rp 3,3 milliar itu selesai di pekan pertama bulan Desember. "Karena anggarannya masuk Oktober, maka baru direalisasikan bukan November, dan Desember. Tapi terakhir Minggu ini sudah selesai," tandasnya.

Dia juga mencontohkan kegiatan pelatihan perbengkelan yang baru saja direalisasikan. Menurutnya, dari berbagai kegiatan yang dikebut pada akhir tahun ini dinilai akan menaikkan serapan anggaran di OPD tersebut. "Seperti pelatihan perbengkelan, kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha mikro. Dari sana, nanti serapan anggaran naik semua," tukasnya.

Sartini juga menargetkan penyelesaian SPj pada pekan pertama bulan Desember 2022. Bahkan, Dari beberapa kegiatan yang dilakukan pada APBD tahun pertama dan juga dana tambahan DID itu akan kelar pada pekan pertama juga. "Tinggal SPj belum selesai, Insyaallah setelah itu selesai, akan naik langsung," pungkasnya. (mun/nur) Editor : Safitri
#Jember #APBD