Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Berikan Pemahaman Dana BLT kepada Masyarakat

Safitri • Selasa, 15 November 2022 | 19:49 WIB
BERI TALI ASIH: Bupati Jember Hendy Siswanto saat membagikan BLT kepada warga, kemarin pagi (14/11), di Balai Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.
BERI TALI ASIH: Bupati Jember Hendy Siswanto saat membagikan BLT kepada warga, kemarin pagi (14/11), di Balai Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.
PANDUMAN, Radar Jember - Pembagian dana BLT kepada sejumlah warga Jember masih berlangsung hingga bulan depan. Sesekali, Bupati Jember Hendy Siswanto ikut turun membagikan langsung di beberapa kecamatan. Di tengah perjumpaannya dengan masyarakat, Bupati Hendy juga memberikan pemaparan soal sumber dana BLT yang diberikan.

BACA JUGA : Mafia Pupuk Subsidi Asal Madura Tertangkap Basah

Kemarin pagi (14/11), Bupati Hendy meluangkan waktu untuk meninjau sekaligus membagikan BLT di Balai Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk. Sejumlah paket MPASI untuk balita dan makanan penambah gizi diberikan kepada ibu hamil di Kecamatan Jelbuk. Warga tampak antusias menyambut kedatangan bupati. Dengan wajah penuh kebahagiaan, warga menerima uang BLT yang diserahkan Bupati Hendy.

Sebelumnya, bupati menjelaskan muasal dana tersebut kepada warga dalam sambutannya. Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jember, dia menitipkan dana insentif daerah (DID). Hibah yang diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI kepada Jember karena telah berhasil menekan inflasi di tengah kenaikan BBM, sebesar Rp 3,6 miliar. "Itu uang negara, bukan uang saya pribadi," tuturnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa seluruh desa di Jember yang terdapat warga kurang mampu akan mendapatkan pembagian DID tersebut. BLT yang diberikan kepada puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut masing-masing sebesar Rp 300 ribu. "Itu uang rakyat, kami bupati hanya bertugas membagi saja,” jelasnya.

Sumber dana lainnya adalah dari hasil cukai tembakau. Dia menerangkan bahwa Jember sebagai salah satu penghasil tembakau terbesar dan berhak mendapatkan dana bagi hasil tersebut. Dengan dana yang cukup besar, bupati memberikan pemahaman kepada warga yang biasa membeli rokok agar lebih selektif ketika membeli.

Dia menegaskan, rokok dalam kemasan pabrikan memiliki cukai yang harus dibayarkan sesuai dengan regulasi. Agar dana bagi hasil lebih besar dan bisa kembali kepada masyarakat, tambahnya, dia meminta warga Jember ikut mendukung membeli rokok resmi yang memiliki pita cukai dan tidak membeli rokok ilegal. "Jangan beli rokok yang tidak ada cukai atau banderolnya,” tegas Bupati Hendy.

Mengantisipasi adanya protes dari masyarakat yang tidak mendapatkan bagian, dia menjelaskan bahwa KPM yang ditetapkan ada kriterianya. Sesuai yang telah terdata oleh petugas Dinsos. "Tapi, tidak semua mendapatkan. Kami atur bergiliran. Sebab, jumlah orang yang seharusnya menerima ada lebih dari 257 ribuan,” paparnya.

Hendy berharap warga yang menerima BLT bisa memberikan penjelasan kembali kepada mereka yang tidak menerima. Pada lain kesempatan, tambahnya, ada dana hibah lain. Agar bisa membagikan bantuan serupa kepada warga yang belum mendapatkan. Di sisi lain, dia juga akan terus memperbaiki data kemiskinan di Jember agar hasilnya lebih valid. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #Wes wayahe