Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jadi Juara Tercetar dalam Peragaan Kebaya

Safitri • Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:51 WIB
TAKJUB: Bupati Hendy Siswanto menunjukkan deretan ikan yang berhasil dipancing dalam lomba JFT di Papuma.
TAKJUB: Bupati Hendy Siswanto menunjukkan deretan ikan yang berhasil dipancing dalam lomba JFT di Papuma.
SURABAYA, Radar Jember – Memakai setelan kebaya dominan hijau tosca dengan corak bunga berwarna pink fanta, membuat para anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Jember) IWAPI Jember mampu memboyong piala kategori tercetar dalam Parade Gaya Berkebaya 2022. Keberhasilan tersebut juga sekaligus dukungan untuk kebaya goes to UNESCO.

BACA JUGA : Dugaan Penyelundupan, Ribuan Nama Pegawai Non-ASN di Jember Tereliminasi

Ketua DPC IWAPI Jember Kasih Fajarini dan sejumlah anggota IWAPI Jember lainnya memeragakan kebaya yang seragam, Sabtu (22/10) lalu, di Gedung Balai Pemuda. Rien, sapaan akrab Kasih Fajarini, memimpin ibu-ibu yang lain memeragakan kebaya. Dibalut dengan selendang dan topi penutup kepala berwarna senada, pink fanta. Semakin meriah dengan tambahan bulu-bulu kuning di atas topi. Penampilan Rien bersama kawan-kawan memukau para juri dan penonton selama peragaan.

Raihan penghargaan sebagai Juara Tercetar menjadi prestasi yang cukup membanggakan nama Jember. Dengan masa latihan yang hanya dua hari saja, mampu membuat juri memberikan penghargaan tersebut. Rien mengatakan, penghargaan yang diraih itu sebagai wujud bahwa Jember mempunyai eksistensi yang mampu diperhitungkan. "Dengan juara ini bisa buat Jember makin kueren," ucap perempuan yang merupakan Ketua TP PKK Jember itu.

Untuk diketahui, Parade Gaya Berkebaya 2022 tersebut digelar oleh DPD IWAPI Jatim dalam rangka memperingati HUT ke-77 Pemprov Jatim. Sekaligus sebagai dukungan untuk kebaya goes to UNESCO. Sehingga, menjadikan kebaya sebagai warisan asli Indonesia yang juga menjadi kekayaan dunia. Peserta dari berbagai daerah ikut serta dan memakai kebaya dengan aneka ragam, gaya, dan corak.

Ada lebih dari 40 komunitas yang ikut memeragakan kebaya dengan keanggunannya masing-masing. Di sela-sela agenda tersebut, juga diberikan pengetahuan cara berkebaya.

Pameran yang diikuti oleh lebih dari 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu juga menyemarakkan kegiatan. Mulai dari sajian kuliner, handicraft, hingga fashion. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Wes wayahe