BACA JUGA : Pertanian dan Bahan Pangan Wajib Diperhatikan saat Cuaca Buruk
Penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-42 yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim. Bupati Hendy mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah ikut andil atas penghargaan tersebut. Terutama kepada para petani Jember. Menurutnya, perolehan award tersebut menjadi salah satu bukti yang bisa diwujudkan bersama bahwa Jember dengan 2,6 juta penduduk bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Dia mengatakan, berdaulat pangan adalah hal pertama yang perlu diwujudkan terlebih dahulu. Berdasarkan ketersediaan pangan, dia menyatakan bahwa pangan Jember mengalami surplus. "Sehingga ketersediaan pangan Jember aman," ungkapnya seusai menerima award.
Hal tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jember. Untuk bisa menjadi daerah swasembada pangan nasional, Bupati Hendy mengajak petani dan seluruh masyarakat Jember mempertahankan lahan produktif. Lahan-lahan sawah harus dikembangkan agar terus menjadi sumber peningkatan kuantitas pangan daerah.
Pentingnya keamanan pangan juga untuk menjaga stabilitas negara. Dia menegaskan bahwa ke depan yang dibutuhkan negeri ini adalah pangan. Sebab, itu merupakan kebutuhan paling pokok manusia. Bahkan, tambahnya, hal itu juga menjadi penopang ekonomi daerah yang paling besar. "Jember harus mempertahankan lahan sawah," ajaknya.
Tidak sekadar mempertahankan lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitasnya. Dia berharap tanaman hingga hasil panennya juga ikut digenjot. Peran Pemkab Jember dalam mendukung hal tersebut juga akan dilakukan. Pihaknya terus berupaya untuk mempertahankan harga komoditas pertanian di tingkat petani agar stabil. "Sehingga petani akan mendapatkan harga bagus," lanjut pria yang juga menjadi Korwil Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jatim itu.
Hendy menuturkan, dengan peningkatan pangan melalui program-programnya menjadi bentuk dukungan kepada petani. Jika harga di tingkat petani bagus, kata dia, maka bisa menjaga bahkan meningkatkan minat masyarakat untuk terus bertani. "Tidak mengurangi bahkan bertambah," tandasnya. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri