BACA JUGA : Sakit Hati Istri Nikah Diam-diam, Pria Asal Jember Bacok Suami Baru Istri
Untuk alasan tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerima adanya perjanjian kerja sama dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Indonesia (YAPPIKA) Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM). Kesepakatan tersebut berupa program edukasi yang diberikan kepada masyarakat sasaran. Yakni ibu, anak, dan remaja. Menurutnya, itu bisa menjadi semangat kolaborasi dalam menuntaskan problem kesehatan, baik stunting maupun AKI dan AKB.
Ada empat kecamatan yang menjadi wilayah edukasi dan sosialisasi, yakni Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Silo, dan Rambipuji. Untuk menyukseskan program tersebut, Hendy akan meminta lurah atau kades setempat untuk turun membantu mendeteksi dan menunjukkan lokasi-lokasi warga yang memang perlu mendapatkan edukasi.
Dukungan yang diberikan Pemkab Jember kepada kegiatan sosial itu karena sejalan dengan apa yang sedang diupayakan pemkab. Kemudian, bisa dilakukan edukasi secara langsung kepada sasaran. "Tujuannya lebih peduli dengan posisi dan lingkungan," ucapnya dalam sambutan, kemarin siang (28/9), di Pendapa Wahyawibawagraha.
Bupati Hendy menjelaskan bahwa program akan berjalan lebih dari satu tahun ke depan dan menyasar dari hulu hingga hilir. Memberikan edukasi kepada pelajar sekolah dari anak hingga remaja. Kemudian memberikan sosialisasi pula untuk ibu rumah tangga. Terkait tingginya stunting serta AKI dan AKB, menurutnya, penyumbang terbesarnya akibat dari pernikahan dini yang masih marak di Jember.
Pemberian pendidikan kesehatan, terutama reproduksi, amatlah penting. Dia menyatakan, masih banyak masyarakat Jember yang memerlukan edukasi dan pemahaman yang menyeluruh terhadap dampak pernikahan dini. Bentuk kepedulian pada remaja inilah yang menjadi perhatian agar tidak ada lagi kasus tersebut. "Pernikahan dini makin marak ditambah dengan besarnya angka perceraian," ulas suami TP PKK Jember Kasih Fajarini itu.
Kesepakatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara YAPPIKA dan YPSM dengan Pemkab Jember serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember; Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember; serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember.
Sementara itu, Direktur Eksekutif YAPPIKA Fransiska Fitri menjelaskan bahwa tujuan besar dari kerja sama adalah untuk berkontribusi pada penurunan AKI, AKB, dan stunting dengan meningkatkan akses layanan kesehatan. Selain itu, mendorong partisipasi ibu dan anak-anak muda. "Kemudian, tujuan akhirnya bisa berkontribusi pada pencapaian pembangunan jangka panjang secara nasional," jelasnya.
Program edukasi dituangkan dalam Mutiara atau meningkatkan nutrisi dan pelayanan kesehatan pada ibu, anak, dan remaja. Kolaborasi ke wilayah sasaran akan berkolaborasi bersama posyandu, pemerintah desa atau kelurahan, hingga puskesmas. Enam komponen utama yang akan dijalankan. Di antaranya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak dengan mempercepat deteksi dini risiko ibu hamil. Kemudian, melakukan pendampingan kepada posyandu dalam memantau perkembangan ibu hamil dan anak dengan memperhatikan asupan gizi. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri