Bendung Demo, Ganti dengan Aksi Salawatan

Safitri • Dipublikasikan Selasa, 27 September 2022 | 22:03 WIB
RAPAT BERSAMA: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Forkopimda Jember saat mengikuti rakor dan evaluasi pengendalian inflasi daerah di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (31/10).
RAPAT BERSAMA: Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Forkopimda Jember saat mengikuti rakor dan evaluasi pengendalian inflasi daerah di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (31/10).
JEMBER LOR, Radar Jember - Permasalahan soal sengketa lahan masih dihadapi oleh petani di Jember. Termasuk soal penataan akses menuju lahan-lahan pertanian. Organisasi petani yang tergabung dalam Serikat Petani Independen (Sekti) berencana akan melakukan unjuk rasa. Akan tetapi, mampu diredam oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan menggelar kegiatan yang lebih positif, yaitu salawatan.

BACA JUGA : BPBD Peringatkan Bencana Angin Kencang, Korban Dirawat di RS Bondowoso

Bupati Hendy menyampaikan bahwa peringatan Hari Tani harus dimaknai dan tidak ditunjukkan ke publik dengan cara yang kurang memberikan dampak baik. Sebaliknya, dia menyarankan agar peringatan dilakukan dengan menggelar salawatan. "Kami fasilitasi dengan salawatan," ucapnya saat audiensi, kemarin (26/9), di Pendapa Wahyawibawagraha.

Ide salawatan itu kemudian diterima oleh Sekti dan akan digeber hari ini di Alun-Alun Jember. Sebagai bentuk perhatian lebih, Bupati Hendy mengatakan akan memimpin dan melakukan sambutan dalam agenda tersebut. "Kami tunjukkan bahwa Jember kondusif dan ada manfaatnya secara langsung," paparnya lagi.

Peringatan Hari Tani diharapkan bisa menumbuhkan semangat reforma agraria. Pria berdarah Jember itu mengaku bahwa permasalahan petani di Jember memang banyak sejak zaman dahulu. Komitmennya atas penyelesaian dengan mencari solusi juga disampaikan. Dia mengaku tidak mungkin menurunkan konflik-konflik yang ada saat ini ke anak cucu nanti.

Dia menjelaskan, Pemkab Jember bersama para petani akan menyelesaikan konflik yang dikeluhkan Sekti. Sehingga hal-hal yang bisa merugikan petani lebih banyak lagi bisa dihindari. Ditambah dengan adanya peluang besar saat ini dalam pemberian sertifikat hak milik atas lahan yang ditempati oleh petani. Menurutnya, itu juga bersama-sama harus dilakukan secepatnya.

Lebih lanjut, Bupati Hendy mengatakan, masalah lahan sosial harus segera dituntaskan. Seperti apa yang menjadi harapan petani selama ini. Selagi waktu dan kesempatan masih ada, tambahnya, soal sengketa lahan bisa diselesaikan. "Orang Jember harus mendapatkan haknya. Yaitu hak atas kepemilikan lahannya," tegas dia.

Tidak hanya beretorika belaka. Kepada anggota Sekti, dia menjelaskan bahwa dia telah membuktikan keberpihakannya kepada petani. "Saya sudah mendatangi Kementerian ATR/BPN secara langsung," ungkapnya. Kedatangannya tidak lain membahas persoalan lahan, terutama lahan pertanian di Jember. Termasuk soal memaksimalkan pengelolaannya.

Bupati Hendy mengajak seluruh pihak ikut bergabung dalam salawatan tersebut. Dia juga meminta kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember (DPTHP) Jember untuk turut hadir. Dengan pihak terkait ikut berkumpul, tambahnya, diharapkan persoalan bisa dituntaskan. "Seluruh instansi saling bantu. Besok semua hadir. Ini adalah persoalan yang harus kami tuntaskan bersama," jelasnya. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
Wes wayahe