BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?
Bupati Hendy menjelaskan bahwa pemberian BLT tersebut sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM yang kini anggarannya dipangkas. Dia mendistribusikan BLT tahap pertama itu kepada 800 warga Desa Tamansari. Di hari yang sama, dia melanjutkan pembagian kepada 935 warga Desa Pancakarya.
Dia mengatakan kepada masyarakat bahwa bantuan tersebut adalah wujud perhatian pemerintah kepada warga yang kurang mampu. Lebih-lebih mereka yang terdampak atas kenaikan harga BBM sejak awal September ini.
Diharapkan BLT bisa efektif dan menjangkau tepat sasaran. Hendy berpesan kepada warga Jember agar mempergunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. "Tolong digunakan untuk keperluan kebutuhan pokok,” pintanya.
Melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI, tanbahnya, BLT BBM disalurkan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Dengan nilai total Rp 12,t Triliun melalui PT Pos Indonesia. Masing-masing mendapatkan Rp 150 ribu tiap bulannya selama empat bulan.
Dalam penjabarannya, dia menerangkan, terdapat dua tahap pencairan BLT BBM. Sekali penyaluran, KPM akan menerima Rp 300 ribu pada tahap pertama. Kemudian, Rp 300 berikutnya di tahap kedua. Dia mengatakan, pencairan akan ditambahkan baik untuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Tak hanya itu, Bupati Hendy menuturkan, Pemkab Jember juga tengah memberikan tambahan kepada warga Jember yang dianggap kurang mampu dan telah terdata oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jember. Dia menyebutkan, pemkab sudah menyiapkan bantuan BLT dan paket sembako yang dibagikan kepada 260 ribu KK di seluruh Jember. “Pembagian BLT dan bantuan sembako ini sudah mulai kami lakukan secara bertahap hingga Desember mendatang,” ulasnya. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri