BACA JUGA : Perbaiki Tata Niaga Pupuk Subsidi
Banyak pihak yang akan dilibatkan dalam proyek besar itu. Tentunya dengan merangkul organisasi setempat seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) daerah setempat. Kawasan hutan yang berada di Jember menjadi objek peningkatan nilai guna dengan penataan sedemikian rupa sesuai dengan potensinya sebagai tempat wisata.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, FGD yang diselenggarakan kemarin (7/9) di Hotel Royal adalah bentuk pembahasan untuk bisa menghasilkan standar operasional yang bisa disepakati bersama. Agar Pemkab dan Perhutani Jatim bisa segera menggarap sejumlah target lokasi sesuai yang diharapkan menjadi objek wisata di kawasan hutan. "Agar bisa segera mengemas 13 tempat menjadi lebih konkret untuk dilaksanakan," terangnya seusai membuka FGD.
Agar bisa sesegera mungkin berjalan, dia berharap FGD langsung menghasilkan titik terang. Kalaupun ada kekurangan yang tidak terlalu vital, tambahnya, bisa dilakukan sambil berjalan. Pelaksanaan MoU akan menjadi langkah awal menyejahterakan masyarakat Jember.
Dia melanjutkan, LMDH yang menjadi bagian dari pengelola kawasan nanti juga diharapkan bisa menggandeng anak-anak muda di daerahnya untuk ikut bekerja sama. Ini sebagai bentuk pemberdayaan SDM dan memberikan ilmu secara langsung kepada generasi muda.
Sebelumnya, LMDH yang ikut dalam kolaborasi itu telah memiliki perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani setempat dalam mengelola lahan hutan. Profit sharing juga telah beberapa kali dilakukan dari hasil usaha atau panen yang dilakukan petani.
Untuk mempermudah jalannya pengelolaan, tambah dia, pemkab akan membantu sarana dan prasarana yang berada di sekitar lokasi. "Kami akan memperbaiki jalan melalui Dinas PU Bina Marga," tutur Bupati Hendy. Tentunya setelah adanya MoU dengan Perhutani sebagai pemilik kawasan agar ada izin untuk pemkab membangun jalan maupun penerangan jalanan umum (PJU).
Menurutnya, pengolahan wisata terpadu itu nanti akan menjadi ladang pergerakan ekonomi dengan perputaran yang cepat. Pasalnya, wisata adalah kebutuhan jiwa seseorang dan bukan hanya dari Jember saja. Namun, juga wisatawan dari berbagai daerah di luar Jember. Tidak hanya pengelola yang akan mendapatkan profit. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan ikut merasakan dampaknya. "Wisata dikelola maksimal, maka inflasi juga bisa ditekan," imbuhnya.
Untuk diketahui, MoU antara Pemkab Jember dengan Perhutani Regional Jatim telah berlangsung pada 14 April lalu. Kerja sama itu berkaitan dengan pengolahan wisata pada kawasan hutan di Jember. Mengambil manfaat dari potensi hutan tanpa mengubah fungsi utamanya. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri