BACA JUGA : Dana PIP Siswa SMAN 1 Arjasa Disunat, Berdalih untuk Sumbangan Tahunan
Saat rapat koordinasi lanjutan untuk pengendalian inflasi, 30 Agustus lalu, Bupati Hendy telah mengamanatkan kepada TP PKK Jember untuk turut ambil bagian sesuai wewenangnya. Diharapkan bahwa masing-masing rumah setidaknya memiliki satu jenis tanaman yang bisa dipanen sewaktu-waktu untuk langsung dinikmati hasilnya sebagai bahan masakan. Tentunya untuk membantu mengurangi porsi belanja, khususnya pada komoditas penyebab inflasi.
Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajak ibu-ibu rumah tangga di seluruh kecamatan untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam toga. Ataupun bisa ditanam di pot-pot. "Kita harus punya tanaman sendiri," ucapnya seusai melakukan penjurian dalam lomba cipta menu olahan pangan, Sabtu (3/9), di Alun-Alun Jember.
Ajakan itu awalnya memiliki misi utama untuk menghadirkan obat herbal di rumah yang bisa dibuat sendiri sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini menambahkan, atas imbauan bupati, kemarin, pihaknya akan menggerakkan lagi setiap rumah agar menanam tanaman yang sangat dibutuhkan dalam masakan sehari-hari. Cepat panen dan mudah dirawat.
Menurutnya, dengan memiliki tanaman cabai dan tomat sendiri di rumah, akan lebih meringankan pengeluaran. Tidak perlu membeli di pasar jika hanya dikonsumsi satu keluarga. Untuk melaksanakan itu, dia tengah berkoordinasi dengan pihak internal guna membahas keberlanjutannya.
Cabai adalah salah satu produk pertanian yang menyumbang inflasi tinggi. Harganya yang sangat fluktuatif membuat masyarakat sering dibuat pusing saat harganya sangat mahal. Namun, saat harganya sangat rendah justru petani yang kelimpungan karena omzet sangat minim.
Untuk mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga, dia mengatakan, agar ibu-ibu rumah tangga sebagai penyaji masakan untuk keluarga tidak terus membeli di pasar. Sebisa mungkin, tambahnya, menanam sendiri di rumah. "Enak kalau mau nyambel, tinggal petik cabai di rumah," timpal istri Bupati Jember Hendy Siswanto itu. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri