Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cakap Ilmu Agama hingga Sosial

Safitri • Selasa, 6 September 2022 | 22:04 WIB
BERDISKUSI: Bupati Hendy saat melakukan audiensi dengan Menteri KKP di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, kemarin (3/6).
BERDISKUSI: Bupati Hendy saat melakukan audiensi dengan Menteri KKP di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, kemarin (3/6).
KALIURANG, Radar Jember - Lembaga pendidikan berbasis pesantren diharapkan tidak hanya mengajarkan ilmu agama. Tapi juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menimba ilmu umum lainnya dengan porsi yang tidak dibatasi. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto saat membuka Musyawarah Besar Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum, Sabtu (3/9), di City Forest Arum Sabil, Kaliurang.

BACA JUGA : Selain Putri Candrawathi, Uji Kebohongan akan Dilakukan pada Saksi Susi

Bupati Hendy mengingatkan kembali akan salah satu tanggung jawab mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Meski di pesantren, akademisi agar mampu mengepakkan sayapnya di dunia luar. Selain menerapkan bidang ilmu keagamaannya juga bisa beradaptasi di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sepatutnya juga diikuti oleh lembaga pendidikan pesantren. Media belajar tak melulu di dalam pondok atau ruangan tertutup. Akan tetapi, harus menempuh pengalaman menimba ilmu di luar lembaga.

Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Pepatah itu bisa diberikan untuk menerapkan kurikulum tersebut. Terlebih bagi mahasiswa yang memilih kuliah di lingkungan pesantren. Tidak hanya dua pulau yang bisa didarati. “Ilmu agama dapat, pengetahuan umum hingga ilmu sosial bisa didapatkan,” terangnya.

Bagi Bupati Hendy, pengabdian menjadi hal penting untuk dilakukan. Selain menjadi bekal pengalaman, juga terselip ilmu sosial bagi mahasiswa kelak untuk berinteraksi di tengah masyarakat. "Saya berharap melalui mubes ini lembaga pendidikan pesantren bisa mengikuti program MBKM di luar pesantren," ucapnya.

Bahkan tidak hanya fasih berinteraksi di ranah lingkup sekitarnya saja. Dia berharap, santri mahasiswa bisa cakap berprestasi di bidang ilmunya. Di skala nasional hingga internasional. Sudah saatnya santri mendunia dengan pegangan ilmu agamanya. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri
#Wes wayahe