BACA JUGA : Selain Putri Candrawathi, Uji Kebohongan akan Dilakukan pada Saksi Susi
Bupati Hendy mengingatkan kembali akan salah satu tanggung jawab mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat. Meski di pesantren, akademisi agar mampu mengepakkan sayapnya di dunia luar. Selain menerapkan bidang ilmu keagamaannya juga bisa beradaptasi di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sepatutnya juga diikuti oleh lembaga pendidikan pesantren. Media belajar tak melulu di dalam pondok atau ruangan tertutup. Akan tetapi, harus menempuh pengalaman menimba ilmu di luar lembaga.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Pepatah itu bisa diberikan untuk menerapkan kurikulum tersebut. Terlebih bagi mahasiswa yang memilih kuliah di lingkungan pesantren. Tidak hanya dua pulau yang bisa didarati. “Ilmu agama dapat, pengetahuan umum hingga ilmu sosial bisa didapatkan,” terangnya.
Bagi Bupati Hendy, pengabdian menjadi hal penting untuk dilakukan. Selain menjadi bekal pengalaman, juga terselip ilmu sosial bagi mahasiswa kelak untuk berinteraksi di tengah masyarakat. "Saya berharap melalui mubes ini lembaga pendidikan pesantren bisa mengikuti program MBKM di luar pesantren," ucapnya.
Bahkan tidak hanya fasih berinteraksi di ranah lingkup sekitarnya saja. Dia berharap, santri mahasiswa bisa cakap berprestasi di bidang ilmunya. Di skala nasional hingga internasional. Sudah saatnya santri mendunia dengan pegangan ilmu agamanya. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri