BACA JUGA : Segera Beri Ruang Menyusui di Pasar
Bupati Hendy mengatakan, action plan untuk mendukung mahasiswa ialah dengan diberikannya beasiswa kepada yang dianggap berhak mendapatkan. Itulah satu langkah konkret yang menurutnya membantu meningkatkan pencapaian akademik. "Tahun ini pemkab akan memberikan beasiswa Rp 2,3 miliar kepada mahasiswa Polije," ucapnya seusai menghadiri pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru, kemarin pagi (31/8), di GOR Perjuangan 45 Polije.
Menurutnya, itu merupakan satu bagian untuk menunjang pendidikan yang diharapkan bisa diwujudkan dalam kegiatan yang nyata oleh mahasiswa penerima beasiswa. Kemudian, salah satu kriteria yang akan mendapatkan beasiswa itu, tambahnya, mereka yang berprestasi dan memiliki peran dalam membangun lingkungannya secara nyata.
Dari ribuan mahasiswa yang ada, pemkab akan mengalokasikan Rp 2,3 miliar beasiswa kepada 469 mahasiswa Polije untuk tahun anggaran 2022. Selain untuk mendukung prestasi mahasiswa, maksud lain seperti bentuk promosi Jember. Sebab, mahasiswa Polije tidak hanya berasal dari Jember.
Ke depan, Bupati Hendy berharap bisa meningkatkan jumlah beasiswa yang diberikan. Timbal balik yang diharapkan, agar mahasiswa Polije juga bisa mengangkat nama Jember di mana pun mereka berada. Termasuk mahasiswa luar Jember yang mendapatkan manfaat beasiswanya. "Bagian dari profit yang berkesinambungan," sambungnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa baru di Jember bisa menambah kekuatan ekonomi. Ada multiplier effect dari segala kebutuhan mereka yang hampir seluruhnya dilakukan di Jember. "Pemkab Jember senang dengan adanya mahasiswa baru ini. Karena akan menambah kekuatan ekonomi di Jember," katanya.
Adanya transaksi seperti jual beli bisa membuat ekonomi di Jember terus tumbuh. Dengan begitu, tambahnya, ekonomi bisa berputar dan memberikan keuntungan bagi masyarakat Jember.
Selanjutnya, dia memberikan beberapa pesan kepada mahasiswa agar serius belajar. Baik di dalam maupun di luar kelas secara seimbang. Dia mengatakan, konsep belajar yang termaktub dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sudah cukup tepat untuk diterapkan seluruh perguruan tinggi. "Yang penting lagi harus bisa menempa keahlian di kondisi riil," pesannya.
Selain itu, gerakan kolaborasi juga menjadi poin penting untuk dilakukan. Baik mahasiswa dengan masyarakat ataupun mahasiswa dengan pemkab. Untuk menumbuhkan jiwa sosial, pihaknya juga akan membantu memfasilitasi pihak kampus untuk memberikan ruang berkreativitas bagi mahasiswa di desa-desa di Jember. (sil/c2/dwi)
Editor : Safitri