BACA JUGA : Gubernur Khofifah Launching Maskot Porprov Jatim VII di Jember
Padahal, persiapan venue lain di JSG, seperti kondisi rumput lapangan, sudah cukup memungkinkan untuk dilangsungkan pertandingan. Namun, karena ada lintasan atletik yang belum selesai, Stadion Notohadinegoro pun dipilih sebagai alternatif bagi para atlet sepak bola menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas rumput hijau.
Rencana kepindahan dari JSG ke Notohadinegoro itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember Murdianto. Sedari awal, Stadion Notohadinegoro disiapkan sebagai opsi alternatif, apabila sewaktu-waktu pekerjaan venue lintasan atletik di JSG belum rampung. Terlebih, sepak bola menjadi laga ekshibisi yang diputar perdana, sebelum grand opening yang dihelat pada 25 Juni mendatang. "Sepak bola merupakan pertandingan yang mendahului sebelum pembukaan Porprov. Alternatifnya di Stadion Notohadinegoro," kata Murdianto.
Menurutnya, secara kesiapan maupun progres pekerjaan venue di Stadion Notohadinegoro telah menunjukkan progres yang signifikan. Hal itu sangat memungkinkan untuk sepak bola dihelat di sana. Bahkan, Stadion Kalisat juga ditunjuk sebagai alternatif berikutnya jika sewaktu-waktu ditemukan kendala yang berarti. "Insyaallah semua sudah siap, termasuk Stadion Notohadinegoro bisa digunakan. Karenanya, progresnya sudah hampir selesai," sebutnya.
Bertindak selaku tuan rumah Porprov, pesepak bola Jember tentu harus menunjukkan performa terbaiknya. Kendati mereka tidak bisa tampil di stadion utama kebanggaan warga Jember tersebut. Penampilan dan kepercayaan diri para atlet berlaga di kandang utama Persid Jember itu bisa sangat menentukan. "JSG sebenarnya bisa memompa kepercayaan diri pemain, karena lebih iconic dan membanggakan. Namun, secara kesiapan atlet, Stadion Notohadinegoro sudah tepat. Karena atlet kita familier di sana dan biasa berlatih di sana," urai Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana, kemarin.
Selama ini, kata Try Sandi, sejak awal renovasi venue-venue di JSG dilangsungkan, atlet pesepak bola belum pernah melakukan latihan di JSG. Justru mereka lebih sering menggunakan Stadion Notohadinegoro sebagai pemusatan pelatihan. Hal itu menurutnya menjadi modal penting bagi tim Macan Raung Muda mendulang target emas di laga Porprov nanti.
Sehingga secara kesiapan dan penguasaan medan, mereka diunggulkan karena melakoni laga di kandang sendiri yang digunakan tempat latihan sehari-hari. Sebagaimana diketahui, jadwal pertandingan yang bakal diputar di Stadion Notohadinegoro nanti mempertemukan Grup C dan D putra, serta Grup A dan B putri.
Grup A sepak bola putri terdiri atas Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Gresik, dan Kota Malang. Grup B terdiri atas Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bondowoso. Grup C sepak bola putra menjadi arena pertempuran Kabupaten Jember, Kota Malang, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Pasuruan. Grup D terdiri atas Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto.
Namun demikian, kendati di awal KONI, Askab, dan Dispora telah satu suara menghendaki JSG sebagai lokasi dihelatnya laga ekshibisi sepak bola, pihaknya mengaku legawa atas dipindahkannya sepak bola tersebut ke Notohadinegoro. Try Sandi cukup optimistis, segala persiapan dan laga uji coba yang sudah dilakoni tim sepak bola Jember selama ini juga menjadi modal penting untuk mendulang target medali tersebut. "Kita tinggal menyiapkan kesiapan mental atlet dan karantina untuk menjaga fisik. Insyaallah semua bisa menghasilkan yang terbaik," imbuh pria yang juga duduk di kursi parlemen Jember itu. (mau/c2/nur)
Editor : Safitri