Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kembangkan Sektor Perikanan

Safitri • Sabtu, 4 Juni 2022 | 18:49 WIB
BERDISKUSI: Bupati Hendy saat melakukan audiensi dengan Menteri KKP di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, kemarin (3/6).
BERDISKUSI: Bupati Hendy saat melakukan audiensi dengan Menteri KKP di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, kemarin (3/6).
JAKARTA, Radar Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto kembali melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Kali ini, audiensi dilakukan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta Pusat, kemarin (3/6).

BACA JUGA : PPDB MAN Jadi Momentum Masuk Asrama

Bupati Hendy mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas tentang pengembangan dan potensi sektor kelautan di Jember. Pihaknya mengulas beberapa hal penting. Seperti pengembangan kawasan strategis pesisir, rencana lokasi pelabuhan Jember, dan pengembangan kawasan perikanan Puger.

Jenis ikan yang menjadi andalannya ialah ikan lemuru, layang, tongkol, layur, cakalang, dan termasuk udang vaname. Ada beberapa problem yang disampaikan oleh Bupati Hendy di depan Menteri KP. Salah satunya belum memenuhinya standar bangunan fisik di pelabuhan perikanan Jember. Selain itu, sedikitnya tempat penyimpanan ikan hingga jarak jangkau nelayan menuju tempat tersebut yang jauh. "Imbasnya pada kualitas dan harga komoditas ikan tangkapan," ujarnya.

Hal tersebut direspons baik oleh Menteri KP. Bahkan, pihaknya menyatakan dukungan sepenuhnya kepada Pemkab Jember dalam mengembangkannya. Apalagi potensi itu juga akan berpengaruh pada perekonomian di sektor kelautan dan perikanan di wilayah Jember. Potensi perikanan di Jember juga soal ikan tangkap dan budi daya yang ada di kawasan selatan.

Sakti Wahyu Trenggono juga menyampaikan kembali ulasan yang diberikan Bupati Hendy bahwa data produksi ikan laut Jember mencapai 9.977 ton pada 2020. Kemudian, tambahnya, jika dihitung dalam nominal sebesar Rp 130,442 miliar. "Tentunya kami siap mendukung Pemda Jember untuk mengembangkan potensi yang ada untuk mendorong kesejahteraan masyarakat," ungkap Menteri Trenggono.

Diketahuinya bahwa mayoritas nelayan yang ada di Jember merupakan nelayan tradisional. Berikut juga teknik budi dayanya yang masih belum memakai cara-cara modern. Potensinya, kata dia, cukup besar, sehingga perlu dukungan penuh. Tak hanya itu, sebagai wujud nyata, Menteri KP Trenggono memberikan perintah kepada timnya untuk melakukan pengecekan secara langsung. Bagaimana kondisi infrastruktur yang ada dan hal apa yang diperlukan di Jember. Tentunya, ini dilakukan untuk menaikkan jumlah produksi perikanan.

Selain mengembangkan produktivitas, kata Trenggono, juga berharap tetap mengedepankan ekologi yang ada di sekitar laut. Sebab, perekonomian tidak sekadar mengandalkan hasil tangkapan, melainkan juga keberlanjutannya bergantung pada ekosistem laut yang sehat.

Menteri KP Trenggono menyampaikan pesan agar ada koordinasi yang bagus antara kedua belah pihak. Usaha untuk mengembangkan ke arah yang lebih baik, lanjut dia, harus ada sinergi agar hasilnya sesuai seperti yang direncanakan dan bisa tepat sasaran. "Dan yang paling penting, kesehatan laut harus menjadi yang utama," sambungnya. (mg8/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Wes wayahe