Bupati Hendy menyampaikan, langkah awal untuk mengawal masa depan dan mengawal hak masyarakat Jember adalah dengan memaksimalkan aplikasi SIAK terpusat. "Begitu salah memasukkan data, bagaimana masa depan mereka (warga Jember, Red) nanti," kata pria yang merupakan Koordinator Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Jawa Timur (Apkasi Jatim) itu, Rabu (9/3).
Dia menambahkan, negara akan semakin maju apabila data kependudukan masuk dalam kecanggihan digital. "Fisiknya tidak ada, semua pakai digital," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hendy juga meminta agar aplikasi SIAK terpusat dapat memberi layanan adminduk capil yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, perangkat yang ada di kecamatan diminta serius dalam melayani masyarakat. "Itu akan terus saya dengungkan kepada bapak camat dan panjenengan semuanya," katanya.
Hendy pun meminta agar para pejabat maupun operator kecamatan tak ragu untuk menanyakan seputar layanan aplikasi SIAK, agar layanan kepada masyarakat maksimal. "Karena Jember ini tidak bisa kita kerjakan sendiri," ungkapnya.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati menjelaskan, inisiasi itu dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Jember agar operator di kecamatan bisa langsung bekerja. "Apa pun aplikasinya kalau memang operatornya gak dikerjakan (tidak bisa mengoperasikan, Red), ya juga bingung," paparnya.
Tak hanya itu, Hendy mengungkap, data aplikasi SIAK akan langsung terpusat dan. Dalam input data juga dikhawatirkan ada kesalahan yang mengakibatkan sulitnya penarikan data atau pembenahannya. "Tentu ada prosedur-prosedur yang ini Bu Santi bisa menerangkan,” ulasnya.
Orang nomor satu di Jember ini menegaskan agar pengoperasian SIAK terpusat harus berhati-hati. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena salah input data kependudukan. Sebab, jika salah, warga harus mengurus dan itu membutuhkan prosedur. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri