“Kalau bukan karena wabah ini, mungkin digitalnya nggak seperti ini,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto.
Meski begitu, dia menerangkan bahwa tentu banyak tantangan terkait literasi digital tersebut. Terlebih, sosialisasi hal yang baru untuk sekitar 2,6 juta penduduk di Jember bukanlah hal mudah.
Saat ini, lanjutnya, ada 58 persen pengguna internet di Jember berasal dari penduduk kota. Sementara untuk penduduk desa, ada sejumlah 34 persen. Mereka aktif berdigitalisasi selama pandemi Covid-19. Karena itu, Hendy menegaskan bahwa perlu adanya sosialisasi dan tim khusus untuk memaksimalkan hal itu. Baik untuk bisnis maupun edukasi diri.
Berdasar survei pada 2020 silam, Hendy menyebut pemanfaatan internet sebanyak 29 persen untuk komunikasi, 24 persen bermedia sosial, 9,7 persen mengakses hiburan, 7 persen akses pelayanan publik, dan sebanyak 4,8 persen belanja online. Dalam hal ini, dia menambahkan bahwa aktivitas belanja online masih sangat minim. Artinya, masih banyak kerumunan di lokasi perbelanjaan luring alias offline. Dengan begitu, perlu ada komunikasi dan edukasi tentang bahaya Covid-19 dalam sektor tersebut.
Sementara itu, peningkatan aktivitas secara daring perlu memperkuat literasi digital untuk masyarakat. Salah satunya kemampuan untuk memahami dan mengolah informasi secara bertanggung jawab. “Soalnya, akan berbahaya jika tidak punya tanggung jawab. Ibarat pisau yang tajam, bisa melukai diri sendiri dan orang lain,” tegas Hendy.
Karena itu, kemampuan untuk memfilter informasi sangat dibutuhkan agar tak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak benar. Contohnya, minum susu tertentu bisa mencegah Covid-19. Apalagi kabar miring bahwa bupati dan wakil bupati menyilakan untuk tidak pakai masker. Dia menuturkan bahwa hal tersebut jelas tidak benar.
Sementara, untuk manfaat, ada banyak yang bisa dirasakan masyarakat. Di antaranya mudah memperoleh informasi terkini dan ramah lingkungan. Peluang meningkatkan keuntungan dalam berbisnis online juga bisa. Selain itu, dapat memunculkan lahan pekerjaan baru serta meningkatkan produktivitas setiap golongan.
Namun, juga bisa mengarah ke konten negatif. Di antaranya pornografi dan menggunakan konten untuk menyerang orang lain. “Jadi, harus benar-benar bertanggung jawab,” ungkap Hendy.
Terlebih, masyarakat diharapkan mampu memilah informasi yang tepat dan sesuai kenyataan. Jika ada kabar miring, dia meminta masyarakat untuk bisa mengklarifikasi secara langsung kepada pihak yang bertanggung jawab. “Jangan karena punya gadget, langsung seenaknya. Menuju 5.0 ini, kita harus diimbangi dengan meningkatnya moral,” pungkasnya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Diskominfo For Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri