Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Prioritaskan Pembangunan Desa dan Pinggiran

Radar Digital • Rabu, 31 Maret 2021 | 16:30 WIB
AKRAB: Bupati Jember Hendy Siswanto menyapa peserta musrenbang seusai membuka acara musyawarah perencanaan pembangunan di Aula PB Sudirman, kemarin (30/3).
AKRAB: Bupati Jember Hendy Siswanto menyapa peserta musrenbang seusai membuka acara musyawarah perencanaan pembangunan di Aula PB Sudirman, kemarin (30/3).
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Jember dilaksanakan secara terbuka di Aula PB Sudirman, kemarin (30/3). Meski sempat terkendala lantaran molornya kedatangan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan yang dilaksanakan dengan mengikutsertakan para perangkat kecamatan di 31 kecamatan itu mulai dilaksanakan sekitar pukul 10.10. Hasil musrenbang itu, pemkab akan memprioritaskan pembangunan di tingkat desa dan kawasan pinggiran.

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Benny Sampirwanto menjelaskan, ada 10 arahan pemerintah provinsi terkait dengan pembangunan di Jember. Yakni pembangunan jalan pantai selatan (pansela), percepatan pembangunan double track Bangil-Jember-Banyuwangi, pengembangan kopi arabika dan sarana pengolahan kopi, pengembangan tanggul di Sungai Tanggul, serta pengembangan agrowisata Gunung Gambir, Sumberbaru.

Selain itu, perlu melakukan penyiapan readiness criteria, fasilitas perizinan, fasilitas kesesuaian tata ruang, penyediaan lahan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Menurut Benny, ada dana sebanyak Rp 16,571 miliar yang bisa diserap Pemkab Jember untuk merealisasikan beberapa program tersebut.

Di antaranya, tiga proyek yang bersumber dari APBN/APBD senilai Rp 9,269 miliar, satu proyek dengan dana sebesar Rp 6,575 miliar bersumber dari BUMN/BUMD, dan empat proyek dengan serapan sebanyak Rp 600 miliar dari dana APBN, APBD, serta SPBU. Lalu, satu proyek dari dana swasta sebesar Rp 77 miliar dan satu proyek hasil kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) senilai 50 miliar.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, 10 arahan dari pemerintah provinsi itu akan dikolaborasikan lebih dulu dengan usulan di tingkat desa, kecamatan, dan tiap-tiap OPD. Sebab, dalam musrenbang dua kali yang digelar sebelumnya, guna menyerap usulan dan aspirasi di tingkat desa dan kecamatan, serta usulan para pimpinan masing-masing OPD, pihaknya menerima 1.420 usulan.

Meski begitu, pemkab masih akan menyaring lebih dulu mana program yang bisa menjadi prioritas. Dari seribu lebih usulan itu, sebanyak 545 usulan sudah diproses, sedangkan sisanya tidak lolos persyaratan. Sebab, setiap usulan yang masuk harus dilengkapi proposal, foto, keterangan lokasi, dan menyertakan kebutuhan anggaran.

“Jadi, biar jelas. Usulannya apa? Mengapa seperti itu? Targetnya apa? Nilainya berapa? Dan manfaatnya apa?” ujar Hendy. Selanjutnya, pihaknya bakal melihat kemampuan APBD Kabupaten Jember untuk selanjutnya dikolaborasikan dengan arahan pembangunan dari pemerintah provinsi. Nanti akan dipilah lagi untuk memilih mana usulan yang bisa diprioritaskan.

Lebih lanjut, Hendy memaparkan, pihaknya bakal mendahulukan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan. Nantinya, rencana pembangunan itu akan berjalan beriringan dengan program provinsi selama masih berkaitan dengan program-program yang dicanangkan untuk pembangunan desa dan kecamatan.

Hendy mengaku optimistis, perencanaan tersebut bisa segera direalisasikan. Dampaknya, diyakini bisa mendongkrak perekonomian Jember yang sempat anjlok lantaran efek pandemi Covid-19. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Jember mengalami penurunan hingga minus 2,98 persen pada 2020 lalu. “Otomatis, jumlah kemiskinan dan pengangguran di Jember juga meningkat,” paparnya.

Oleh karena itu, Hendy menegaskan, pihaknya bakal menggenjot perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 1.000 kilometer dengan perkiraan dana sebanyak Rp 1 triliun. Nantinya, akan dilaksanakan dengan jangka waktu yang sangat pendek. Tujuannya agar uang itu cepat berputar karena munculnya pasar terbuka akibat lancarnya akses jalan.

“Kita punya banyak komoditas pertanian di pinggiran. Kualitas bagus, tapi distribusi sulit karena jalan,” ujarnya. Jika akses jalan sudah bagus, Hendy meyakini, kiri kanan jalan akan tumbuh dengan membuka usaha-usaha baru yang sebelumnya macet lantaran terdampak pandemi.

Usulan Program yang Diterima Pemkab
- Infrastruktur: 87,7 persen (Rp 296 miliar)
- Pendidikan: 0,75 persen (Rp 2,54 miliar)
- Kesehatan: 0,96 persen (Rp 3,24 miliar)
- Pertanian: 7,73 persen (26,14 miliar)
- Ekonomi: 1,36 persen (4,59 miliar)
- Infrastruktur: 87,7 persen (Rp 296 miliar)
- Pendidikan: 0,75 persen (Rp 2,54 miliar)
- Kesehatan: 0,96 persen (Rp 3,24 miliar)
- Pertanian: 7,73 persen (26,14 miliar)
- Ekonomi: 1,36 persen (4,59 miliar)

 

 

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Bupati Jember