Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Sekadar Batu! Inilah Mitos Sisik Emas yang Tersembunyi di Pantai Watu Ulo Jember

Maulana RJ • Selasa, 28 April 2026 | 10:01 WIB
Panorama pantai Watu Ulo Jember saat menjelang senja dengan bentangan pasirnya yang berwarna hitam pekat. (Foto: Maulana/Radar Jember)
Panorama pantai Watu Ulo Jember saat menjelang senja dengan bentangan pasirnya yang berwarna hitam pekat. (Foto: Maulana/Radar Jember)

AMBULU, Radar Jember - Di balik deburan ombak besar yang menghantam pesisir selatan Jember, Pantai Watu Ulo menyimpan misteri yang jauh lebih dalam daripada sekadar panorama alamnya yang memukau. 

Wisatawan yang datang bukan hanya disuguhi formasi batu panjang yang menyerupai tubuh ular raksasa, tetapi juga ditarik ke dalam labirin mitos yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat setempat.

Mitos yang paling mengakar adalah legenda Nogo Rojo atau Naga Raja. Konon, dahulu kala seekor naga raksasa yang rakus meresahkan laut selatan karena memangsa ikan hingga nelayan. 

Baca Juga: Sebulan Pasca One Gate Sistem Watu Ulo–Papuma, Bupati Fawait Janji Benahi Fasilitas Wisata!

Kekacauan itu berakhir di tangan Raden Mursodo, pemuda sakti yang menantang sang naga demi membalaskan dendam Raja Mina. 

Dalam pertarungan dahsyat tersebut, tubuh naga itu terbelah menjadi tiga bagian; bagian badan yang tergeletak di pesisir Jember kemudian membatu menjadi Watu Ulo, sementara kepalanya konon terlempar jauh hingga ke Grajagan, Banyuwangi, dan ekornya terdampar di Pacitan.

Namun, keunikan Watu Ulo tidak berhenti pada legenda pertarungan. Formasi batu ini memiliki tekstur alami yang sangat mirip dengan sisik ular. Konon, masyarakat setempat percaya bahwa sisik-sisik batu tersebut bukanlah sekadar batu biasa. 

Baca Juga: Wisata Terintegrasi Jember Sukses Besar: Kunjungan Watu Ulo-Papuma Melonjak 5 Kali Lipat Jelang Lebaran

Bagi mereka yang memiliki kemampuan spiritual khusus, sisik tersebut dipercaya bisa terlepas dan berubah menjadi emas atau jimat pelindung yang berharga.

Pantai ini juga diselimuti aura kesakralan yang kuat. Watu Ulo diyakini sebagai salah satu gerbang atau tempat persinggahan bagi penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. 

Batu ular tersebut dianggap sebagai titik sakral untuk bertapa atau bentuk penghormatan makhluk halus kepada sang ratu. 

Kepercayaan ini melahirkan pantangan yang hingga kini masih dihormati warga: larangan mengenakan pakaian berwarna hijau bagi pengunjung, yang dipercaya dapat menarik perhatian makhluk halus penghuni laut.

Bahkan, ada versi cerita yang menyebutkan bahwa batu tersebut adalah sosok ular yang sedang menjalani hukuman atau kutukan akibat perilakunya mengganggu ketenangan samudra. 

Mitos menyebutkan, ular ini baru akan kembali ke bentuk aslinya saat kutukan tersebut berakhir sesuai ketetapan alam semesta.

Baca Juga: Pemkab Jember Buka Peluang Kerja Sama Kembangkan Pariwisata Setelah Gelaran Watu Ulo Beach Run 2025

Bagi yang penasaran dengan aura mistis sekaligus keindahan alam pantai ini, Watu Ulo terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.

Akses menuju destinasi ini pun kini semakin mudah. Sejak awal 2026, pengelola menerapkan sistem satu pintu yang terintegrasi dengan Pantai Papuma, dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp12.500 per orang. Watu Ulo bukan sekadar pantai, ia adalah lembaran legenda yang terus hidup di tengah deru ombak selatan.

Editor : Maulana RJ
#Jember #pantai selatan #Watu Ulo #wisata jember #Papuma