Capaian realisasi retribusi objek pariwisata yang dipungut Dinas Pariwisata Lumajang memang belum terekap dengan sempurna. Namun, target pendapatan daerah yang dipatok tahun ini sudah tembus alias terpenuhi.
DI tahun yang benar-benar bebas dari pandemi korona memang membuat kunjungan wisatawan mengalami peningkatan. Terutama pada akhir tahun ini, hampir semua objek wisata dipenuhi pengunjung. Baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah yang datang ke Lumajang.
Informasi yang berhasil dihimpun, retribusi Pemandian Alam Selokambang ditarget Rp 1,85 miliar. Berikutnya, Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) sekitar Rp 400 juta, Ranu Klakah ditarget Rp 125 juta, terakhir retribusi objek wisata B-29 sebesar Rp 8 juta. Totalnya mencapai Rp 2,38 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Lumajang Agung Pamerdi Sembodo mengatakan, saat ini masih dilakukan perhitungan pendapatan riil yang dikelola oleh instansinya. Sebab, ada beberapa item yang beririsan langsung dengan objek yang dipungut oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang.
“Ketiga objek itu benar-benar berada di bawah kewenangan kami. Khusus untuk objek wisata B-29 kenapa targetnya sangat sedikit, karena kami hanya memungut biaya retribusi parkir. Bukan pelayanan wisata. Tetapi, target kami sudah terpenuhi semuanya, alhamdulillah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli mengatakan, update terakhir dilakukan pada 11 Desember lalu. Pada saat itu, capaian retribusi instansinya telah mencapai 2,07 miliar. Tersisa tiga ratusan juta yang diklaim bisa dikejar dengan animo berwisata saat libur panjang Natal dan tahun baru.
“Sudah terpenuhi semuanya. Meskipun salah satu objek kami tidak sampai. Yaitu objek wisata di KWT. Sekarang masih dilakukan perhitungan. Diperkirakan bisa mencapai 95 persen. Apalagi dengan high season atau tingginya kunjungan wisata pada libur akhir tahun,” pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Radar Digital