MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Desa Tangunan, Kecamatan Puri, kini kebanjiran pengunjung atau wisatawan dari luar daerah. Di desa tersebut kini terdapat wisata petik jeruk mereka bisa memetik jeruk sesuka hati dan boleh membawa pulang buah itu.
Kawasan hamparan jeruk itu berada di tengah hamparan ladang jagung itu terdapat kebun jeruk seluas 1,5 hektare. Lokasinya berada di tepi jalan raya Dusun/Desa Tangunan sekitar 300 meter selatan perempatan SMPN 1 Puri.
Pada Sabtu dan Minggu, kebun jeruk milik Swantah itu mendadak jadi tempat piknik keluarga.Memasuki jalan setapak tengah sawah, deretan motor dan mobil terparkir. Lebih dalam ke kebun jeruk, orang tua hingga anak-anak tengah berteduh di bawah pohon.
Sambil bercengkerama, mereka asik menikmati jeruk yang dipetik dari pohonnya langsung. ”Adik saya penasaran ingin petik jeruk langsung, jadinya tadi ke sini sekalian sama keluarga besar,” ujar Suwarti, ibu dua anak asal Sidoarjo.
Suwarti dan puluhan keluarga lain siang kemarin (9/7) sedang berwisata petik jeruk di kebun yang dikelola oleh keluarga Swantah tersebut. Dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, mereka bisa sepuasnya menikmati jeruk di tempat.
Anak-anak tampak riang berlarian ke sana kemari, beberapa ibu-ibu sibuk memilih jeruk yang dianggap punya rasa paling manis lalu segera dimasukkan ke tas plastik. ”Liburan sekaligus wisata edukasi juga ke anak,” imbuh Ninda, pengunjung lain asal Gresik.
Hafid Muzaqi, pengelola kebun jeruk mengatakan, wisata petik dibuka setiap akhir pekan itu biasa didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Selain Sidoarjo dan Gresik, ada pula pelancong asal Pasuruan.
Kalau pengunjung dari Mojokerto sendiri, mereka biasanya datang bersama rombongan sekampung. ”Kadang naik kereta kelinci, anak-anak dan orang tua,” kata putra pertama Suwantah tersebut.
Kebun jeruk yang terdiri dari dua petak ini dibuka sebagai tempat wisata sejak tiga tahun terakhir. Ada sekitar 800 pohon jeruk berusia paling tua sembilan tahun ditanam.Ketika musim panen tiba, tak kurang 500 Kwintal jeruk siam ia dapat atau senilai Rp.40 juta. (*)
Editor : Alvioniza