Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Livery Legendaris R7 1999 Kembali di MotoGP! Yamaha Rayakan Ultah ke-70 dengan Gaya Ikonik di Assen

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 28 Juni 2025 | 00:06 WIB
Tim Monster Energy Yamaha dan Prima Pramac Yamaha sama-sama akan menggunakan livery spesial di Sirkuit Assen, Belanda (29/6/2025).
Tim Monster Energy Yamaha dan Prima Pramac Yamaha sama-sama akan menggunakan livery spesial di Sirkuit Assen, Belanda (29/6/2025).

Radar Jember  Yamaha memperingati 70 tahun kiprahnya di dunia otomotif dengan merilis livery spesial bergaya retro.

Terinspirasi dari motor legendaris YZF-R7 tahun 1999.

Livery merah-putih ikonik ini akan digunakan keempat pembalap Yamaha di MotoGP 2025: Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Miguel Oliveira, dalam gelaran GP Belanda, akhir pekan ini.

Livery ini pertama kali dipopulerkan oleh Noriyuki Haga saat membela Yamaha di ajang World Superbike.

Kini, warna bersejarah tersebut hadir menghiasi motor tim Monster Energy Yamaha dan Prima Pramac Yamaha M1, lengkap dengan seragam tim, wearpack, helm, hingga sarung tangan yang senada.

Momen Simbolis: Dua Tim, Satu Warna, Satu Semangat

“Ini momen simbolis yang sangat berarti. Kedua tim MotoGP Yamaha berdiri bersama di grid dengan satu livery, berdampingan dengan motor ikonik YZF-R7 1999,” kata Paolo Pavesio, Managing Director Yamaha Racing, dikutip Radar Jember dari Crash.

Yamaha YZF-R7 1999.
Yamaha YZF-R7 1999.

“Visual ini mencerminkan strategi baru Yamaha tahun ini: kami satu kesatuan, dan kami lebih kuat bersama.”

Yamaha didirikan pada 1 Juli 1955, dan setiap tahun tanggal ini diperingati sebagai “Yamaha Day”.

Dengan ulang tahun ke-70 jatuh sehari setelah balapan di Assen, sirkuit legendaris ini dipilih sebagai lokasi penghormatan resmi.

“Selama tujuh dekade, Yamaha mencatatkan banyak prestasi di berbagai level balap. Di Kejuaraan Dunia Balap Jalan Raya saja, kami mengoleksi 39 gelar pembalap, 37 gelar konstruktor, dan 7 gelar tim,” tambah Pavesio.

“Tapi yang paling mendefinisikan Yamaha bukan hanya trofi dan gelar, melainkan semangat pantang menyerah dan kecintaan mendalam terhadap dunia balap,” katanya.

Baca Juga: Jorge Lorenzo Komentari Laga MotoGP di Mugello: Saya Pernah di Posisi Bagnaia

Reaksi Pembalap: Bangga dan Antusias

Fabio Quartararo menyambut antusias desain spesial ini.

Livery spesial ini sangat keren. Saya yakin akhir pekan ini akan makin berkesan,” kata sang juara dunia 2021, yang juga menjadi pemenang terakhir Yamaha di Assen pada 2021.

Rekan setimnya, Alex Rins, turut menyuarakan kegembiraannya.

“Momen ini spesial untuk Yamaha. Kami benar-benar total dalam menyelaraskan semua elemen – dari wearpack hingga helm. Hasil akhirnya sangat saya suka,” kata Rins.

Jack Miller dari tim Pramac juga merasa terhormat menjadi bagian dari perayaan ini.

“Warna merah-putih ini sangat ikonik bagi Yamaha. Kita bicara soal sejarah besar, dari Giacomo Agostini di 1975 hingga Kenny Roberts dan para legenda lainnya. Membalap dengan warna ini di Assen, sirkuit bersejarah, benar-benar membanggakan,” ujar Miller.

Selain itu, Miller menyebut ini sebagai pemanasan sempurna menjelang Suzuka 8 Hours yang juga akan menggunakan warna merah-putih.

Miguel Oliveira pun tak kalah tersentuh.

“Membalap di Assen dengan warna ini adalah kehormatan besar. Yamaha telah menorehkan sejarah luar biasa selama 70 tahun. Menjadi bagian kecil dari cerita besar ini adalah sesuatu yang sangat spesial,” ungkapnya.

Dua Perayaan Besar: Yamaha 70 Tahun, Assen 100 Balapan

Selain ulang tahun ke-70 Yamaha, GP Belanda 2025 juga menjadi tonggak penting bagi Sirkuit Assen yang genap menggelar 100 balapan Grand Prix.

Sejak kejuaraan dunia dimulai tahun 1949, hanya pada tahun 2020 sirkuit berjuluk The Cathedral of Speed ini absen akibat pandemi.

Editor : Imron Hidayatullahh
#sirkuit assen #yamaha motogp #Yamaha Monster Energy #Prima Pramac Yamaha #Livery Spesial #belanda #MotoGP