Radar Jember - MV Agusta mengumumkan rencana ambisius untuk kembali ke ajang MotoGP pada musim 2027.
Pabrikan legendaris asal Italia itu akan merampungkan proses pemisahan dari KTM pekan ini, sekaligus menandai transisi kepemimpinan dari Hubert Trunkenpolz kepada CEO baru, Luca Martin.
“Kami tidak bisa mengembangkan mesin sendiri, tapi semua aspek lain bisa kami tangani,” ujar Trunkenpolz, seperti dikutip Radar Jember dari laman GPOne.
Hal itu mengisyaratkan bahwa MV Agusta akan mengadopsi pendekatan seperti di Formula 1: menggunakan mesin dari pabrikan lain sambil fokus membangun tim dan sasis yang kompetitif.
Lepas dari KTM, Siap Mandiri Lagi
Hubungan MV Agusta dan KTM dimulai sejak November 2022, ketika KTM AG—anak usaha Pierer Mobility AG—mengakuisisi 25,1 persen saham MV Agusta.
Pada musim semi 2024, kepemilikan KTM meningkat menjadi 50,1 persen.
Namun, akibat krisis keuangan yang melanda Pierer Group, KTM menjalani proses restrukturisasi yang berujung pada penjualan seluruh saham mereka di MV Agusta kepada keluarga Sardarov, pemilik sebelumnya.
Transaksi ini dipastikan rampung minggu ini.
Hubert Trunkenpolz, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO MV Agusta dan anggota dewan direksi KTM selama dua dekade, kini berperan sebagai Ketua Dewan Pengawas MV Agusta.
Jabatan CEO kini dipegang oleh Luca Martin, 43 tahun.
Target MotoGP 2027 dan Mesin 850cc
Ambisi MV Agusta untuk kembali ke MotoGP semakin nyata.
Trunkenpolz dijadwalkan hadir di GP Jerman dalam tiga pekan ke depan untuk bertemu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, dan menjajaki kemitraan teknis serta sponsor potensial.
Meski tidak akan membuat mesin sendiri, MV Agusta berencana mengikuti regulasi baru MotoGP di era 850cc yang akan mulai berlaku pada 2027.
Mereka berharap skema penggunaan mesin bisa menyerupai Formula 1, di mana tim seperti McLaren boleh menyewa mesin dari Mercedes dan tetap bersaing di papan atas.
“Dengan sumber daya yang kami miliki, mengembangkan mesin empat silinder 850cc untuk MotoGP bukanlah hal realistis. Tapi, jika diperbolehkan berbagi mesin, itu akan membuka jalan bagi kami,” ujar Trunkenpolz.
Ia bahkan mengungkapkan opsi menggandeng Kalex untuk pembuatan sasis, seperti yang dilakukan GASGAS saat berkompetisi di MotoGP 2023–2024 menggunakan paket KTM RC16.
MotoGP atau Tidak Sama Sekali
MV Agusta menolak berkompetisi di kelas-kelas lain seperti Moto2, WorldSBK, atau Supersport.
“Kami tumbuh di Kejuaraan Dunia 500cc, jadi ikut di kategori di bawahnya tidak sesuai dengan identitas kami,” tegas Trunkenpolz.
CEO Luca Martin mendukung penuh langkah ini.
“Kami hanya akan turun di MotoGP. Kalau tidak bisa, kami tidak akan ikut balapan sama sekali.” katanya.
Editor : Imron Hidayatullahh