RADAR JEMBER– Baterai ponsel cepat berkurang meski perangkat jarang digunakan sering kali membuat pengguna bertanya-tanya.
Padahal, ponsel tetap dapat mengonsumsi daya ketika layar mati karena sejumlah aplikasi dan fitur masih bekerja di latar belakang.
Aktivitas seperti sinkronisasi otomatis, penggunaan lokasi, koneksi nirkabel, hingga aplikasi yang terus berjalan dapat ikut memengaruhi daya tahan baterai.
Baca Juga: iPhone 18 Rilis September? Ini Untung Rugi Beli iPhone 17 Jelang Peluncuran HP Baru Apple
Samsung juga menyebut aktivitas aplikasi di latar belakang dan konektivitas yang tidak diperlukan sebagai beberapa penyebab baterai lebih cepat terkuras.
Pertama, terlalu banyak aplikasi dibiarkan berjalan di latar belakang, meski tidak sedang dibuka, sejumlah aplikasi tetap dapat melakukan aktivitas tertentu di belakang layar. Jika jumlahnya banyak, konsumsi daya dapat meningkat.
Samsung menyarankan pengguna memeriksa aplikasi dengan penggunaan baterai tinggi melalui menu pengaturan perangkat dan menempatkan aplikasi yang jarang digunakan ke mode tidur atau deep sleep.
Kedua, layar terlalu terang, Layar merupakan salah satu bagian ponsel yang membutuhkan daya, terutama ketika tingkat kecerahan dibuat tinggi dalam waktu lama. Google menyarankan pengguna mengurangi kecerahan layar atau mengaktifkan pengaturan kecerahan otomatis untuk membantu menghemat baterai.
Pengaturan agar layar mati lebih cepat ketika tidak digunakan juga dapat mengurangi konsumsi daya.
Ketiga, GPS, Bluetooth, Wi-Fi, atau sinkronisasi terus aktif padahal tidak diperlukan, Fitur-fitur tersebut memang berguna ketika dibutuhkan, tetapi penggunaan atau aktivitas koneksi yang terus berjalan dapat menambah konsumsi baterai.
Samsung secara khusus menyarankan pengguna mematikan fungsi yang tidak digunakan, termasuk koneksi dan layanan tertentu yang dapat bekerja di latar belakang.
Keempat, terlalu banyak notifikasi dari aplikasi, Setiap notifikasi yang masuk dapat membuat perangkat melakukan aktivitas tertentu, seperti menyalakan layar ataumemproses data.
Karena itu, aplikasi yang tidak terlalu penting sebaiknya tidak diberikan izin notifikasi secara berlebihan. Pada perangkat Samsung, aplikasi yang jarang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam daftar aplikasi tidur agar aktivitas latar belakangnya lebih terbatas.
Kelima, kebiasaan membiarkan fitur yang membutuhkan daya tetap aktif. Always On Display, koneksi tertentu, hingga fitur lain yang terus bekerja dapat membuat baterai tetap berkurang meskipun ponsel tidak banyak digunakan.
Pada perangkat yang mendukungnya, mode hemat daya dapat digunakan untuk membatasi aktivitas latar belakang dan sejumlah fitur yang membutuhkan daya lebih besar.
Keenam, jarang mengecek aplikasi mana yang sebenarnya paling banyak menghabiskan baterai. Pengguna terkadang langsung menyimpulkan baterai sudah rusak tanpa terlebih dahulu melihat sumber konsumsi daya.
Baca Juga: Huawei Watch Fit 4 Layak Menjadi Pendamping Daily Run, Ini Fitur yang Perlu Diketahui Beginner
Padahal, baik Android maupun Samsung menyediakan menu untuk melihat penggunaan baterai berdasarkan aplikasi. Jika terdapat aplikasi tertentu yang penggunaannya tidak wajar, aplikasi tersebut dapat diperiksa, diperbarui, dibatasi aktivitas latar belakangnya, atau dihapus jika memang tidak diperlukan.
Jadi, baterai yang cepat habis tidak selalu berarti kapasitas baterainya sudah menurun. Kebiasaan kecil seperti membiarkan aplikasi bekerja di latar belakang, menggunakan kecerahan layar terlalu tinggi, serta mengaktifkan berbagai koneksi tanpa kebutuhan dapat membuat daya lebih cepat terkuras.
Sebelum memutuskan mengganti baterai atau ponsel, pengguna dapat terlebih dahulu memeriksa menu penggunaan baterai dan mengubah beberapa kebiasaan tersebut.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh