RADAR JEMBER – Persaingan smartphone premium pada 2026 semakin menitikberatkan pada pengalaman berbasis kecerdasan buatan (AI), salah satunya melalui kehadiran Samsung Galaxy Z Fold 8.
Selain mengusung desain yang lebih tipis dan ringan dengan bobot sekitar 201 gram, ponsel lipat ini membawa integrasi Galaxy AI yang semakin menyatu dengan aktivitas harian.
Namun, dengan harga mulai sekitar US$1.899 atau lebih dari Rp30 juta sebelum pajak dan penyesuaian di Indonesia, banyak calon pembeli mempertanyakan apakah peningkatan yang ditawarkan benar-benar sepadan dengan investasi yang harus dikeluarkan.
Dari sisi perangkat keras, Galaxy Z Fold 8 menawarkan layar depan yang lebih lebar serta layar utama 7,6 inci yang dirancang untuk mendukung produktivitas dan multitasking.
Perangkat ini ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dipadukan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan sampai 1 TB untuk menangani pekerjaan berat, termasuk pengeditan foto, video, serta pemrosesan AI langsung di perangkat.
Samsung juga membekalinya dengan baterai 4.800 mAh yang diklaim mampu memutar video hingga sekitar 26 jam berdasarkan pengujian internal.
Pembaruan terbesar justru hadir melalui Galaxy AI yang kini bekerja lebih kontekstual.
Fitur seperti Now Nudge dapat memahami aktivitas di layar dan memberikan rekomendasi tindakan, misalnya menyarankan menyimpan jadwal ke kalender.
Baca Juga: Beli HP Baru Wajib Cek Ini! 7 Fitur AI Unggulan Yang Beneran Kepakai Dan Bukan Cuma Gimik Promosi
Sementara itu, Photo Assist memungkinkan pengguna mengedit foto menggunakan perintah berbasis teks.
Meski demikian, sejumlah fitur AI seperti merangkum dokumen, menerjemahkan bahasa, atau membantu menulis sebenarnya juga telah tersedia pada berbagai smartphone premium lain.
Perbedaan Galaxy Z Fold 8 terletak pada pengalaman menggunakan AI di layar lipat yang lebih luas sehingga multitasking terasa lebih nyaman.
Di sektor kamera, Samsung menyematkan kamera utama dan ultra-wide 50 MP dengan kemampuan merekam video hingga resolusi 8K. Untuk kreator konten tersedia fitur seperti LOG Video, Cinematic LUT, APV HDR, dan My FanCam.
Namun, beberapa pengulas menilai tidak adanya lensa telefoto menjadi salah satu kompromi, terutama bagi pengguna yang sering memanfaatkan zoom optik.
Di sisi lain, berbagai media teknologi internasional menilai Galaxy Z Fold 8 sebagai salah satu ponsel lipat Samsung yang paling matang berkat desain yang lebih ergonomis dan pengalaman multitasking yang semakin optimal.
Baca Juga: Dianggap Bakal Pengaruhi Minat Nyalon? Jelang Pilkades Tahun Depan di Lumajang
Pada akhirnya, nilai Galaxy Z Fold 8 sangat bergantung pada kebutuhan penggunanya.
Bagi profesional, kreator konten, atau mereka yang mengandalkan multitasking setiap hari, kombinasi layar lipat dan Galaxy AI dapat memberikan pengalaman yang sulit ditemukan pada smartphone biasa.
Namun, bagi pengguna yang lebih banyak menggunakan ponsel untuk media sosial, komunikasi, fotografi kasual, dan hiburan, smartphone flagship non-lipat dengan harga yang lebih terjangkau kemungkinan sudah mampu memenuhi kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar perangkat ini.
Penulis : Siti Roihani
Editor : Imron Hidayatullahh