Radar Jember - Kenaikan harga BBM diesel berkualitas tinggi membuat banyak orang kembali melirik mobil diesel era 90-an hingga awal 2000-an.
Mesin-mesin ini dikenal memiliki ‘perut karet’ karena mampu menelan Biosolar tanpa risiko kerusakan fatal pada sistem pembakarannya.
Berikut deretan mobil-mobil lawas yang aman ‘minum’ biosolar:
1. Isuzu Panther (Si Raja Diesel)
Hampir mustahil membuat daftar mobil diesel tanpa menyebut Panther. Mesin berkode 4JA1 (2.500cc) pada varian kapsul maupun kotak dikenal sangat bandel.
Panther tidak membutuhkan teknologi rumit, sehingga sistem bahan bakarnya sangat toleran terhadap kualitas solar rendah. Inilah alasan mengapa harga bekas Panther tetap stabil dan tinggi.
2. Toyota Kijang Kapsul
Sebelum era Innova, Kijang Kapsul dengan mesin diesel 2L adalah primadona. Mesin ini belum menggunakan teknologi Common Rail, sehingga biaya perawatannya sangat terjangkau.
Meskipun performanya tidak secepat mesin diesel modern, ketangguhannya dalam menelan Biosolar sudah teruji selama puluhan tahun di medan berat Indonesia.
3. Toyota Fortuner (Mesin 2KD-FTV)
Fortuner "non-VNT" keluaran 2005-2011 menggunakan mesin 2KD-FTV. Meski sudah menggunakan sistem Common Rail, mesin ini dikenal sebagai salah satu mesin diesel modern yang paling toleran terhadap Biosolar di kelasnya.
Selama filter solar rutin diganti (lebih sering dari jadwal resmi), mesin ini relatif aman dari masalah injektor tersumbat.
4. Isuzu MU-X (Generasi Awal)
Sama seperti Panther, Isuzu membekali MU-X dengan DNA mesin yang tangguh. Meskipun sudah modern, MU-X dirancang untuk pasar negara berkembang yang kualitas bahan bakarnya beragam.
Banyak pengguna yang melaporkan bahwa MU-X generasi awal masih cukup kompeten meminum Biosolar dibandingkan kompetitor sekelasnya, asalkan perawatan sistem filtrasi tetap dijaga ketat.
Editor : Imron Hidayatullahh