Radar Jember – Pengadaan 25 ribu unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu kontroversi.
Selain persoalan harga dan spesifikasi, kini muncul dugaan bahwa kendaraan merek Emmo tersebut merupakan produk ‘white label’ yang identik dengan motor listrik buatan Taizhou Okla Mobil, pabrikan asal Zhejiang, China.
Meskipun PT Yasa Artha Trimanunggal selaku pemegang merek mengklaim tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hampir mencapai 50 persen, ditemukan kesamaan desain yang sangat ekstrem.
Model Emmo JVH Max, misalnya, terlihat benar-benar kembar dengan produk tanpa nama (generik) dari Okla yang dipasarkan melalui laman perdagangan internasional.
Identik hingga Detail Terkecil
Kemiripan antara Emmo JVH Max dan motor listrik Okla mencakup hampir seluruh bagian kendaraan.
Mulai dari lampu utama ( headlamp ), kaca depan , hingga detail lampu sein dan desain fairing tidak memiliki perbedaan yang berarti.
Bagian belakang pun mirip; model jok, knalpot, spatbor, hingga dudukan besi di bagian ekor benar-benar mirip dengan produk asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Baca Juga: Tak Ada Toleransi! Prabowo Tegas Instruksikan BGN Tertibkan SPPG yang Abaikan Aturan
Berdasarkan penelusuran di laman Made-in-China pada Jumat (10/4), produk asli dari Okla tersebut dipasarkan tanpa nama atau tipe. Produk tersebut hanya disebut Low Cost Scrambler Electric Motorcycle with Side Motor.
Secara harga, terdapat selisih yang cukup mencolok. Produk dari China tersebut dibanderol mulai dari US$ 2.185 atau sekitar Rp37 jutaan, jauh lebih terjangkau dibandingkan Emmo JVH Max yang dipasarkan di Indonesia dengan harga sekitar Rp48 jutaan.
Sementara, di lama oklaglobal.com produk ini diperkenalkan dengan nama OMAX.
OMAX disebut memiliki top speed 90km/jam, yang identik dengan spesifikasi EMMO JVH Max.
Namun, daya jelajah OMAX mencapai 150 km, jauh lebih mumpuni ketimbang EMMO JVH Max yang hanya mampu mencapai 70 km.
Selan itu, OMAX dibekali dual battery 74V 28A, daya yang juga sedikit berbeda dengan produk EMMO yang memiliki baterai berkapasitas 74V 30Ah.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Motor Listrik Emmo yang Bakal Jadi Armada BGN, Nomor 4 Paling Gong!
Pendaftaran Hak Desain yang Tergolong Baru
Selain kemiripan fisik, lini masa pendaftaran hak desain industri merek ini juga menarik untuk dicermati.
Model kedua yang digunakan BGN baru didaftarkan ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) pada akhir tahun lalu atas nama pemohon PT Adlas Sarana Elektrik .
Desain industri untuk tipe Emmo JVX GT baru diterima pada 22 Agustus 2025, disusul oleh model Emmo JVH Max pada 17 Oktober 2025.
Baca Juga: Ternyata Masih Coming Soon! Showroom Motor Listrik Emmo Belum Siap meski Unitnya Sudah DIborong BGN
Pembelian Melalui Jalur Inaproc
Dalam operasionalnya, motor listrik Emmo ini terdaftar dalam platform Inaproc milik LKPP.
Platform tersebut memungkinkan instansi pemerintah seperti BGN melakukan pembelian langsung tanpa proses tender yang panjang, serta mengutamakan produk lokal yang memiliki nilai TKDN tertentu.
Namun, dengan kesamaan fakta desain yang sangat kuat dengan produk China dan selisih harga mencapai belasan juta rupiah per unit, tentu menimbulkan tanda tanya.
Editor : Imron Hidayatullahh