Radar Jember - Siapa yang tidak kenal dengan Honda BeAT? Motor yang satu ini saking populernya sampai dijuluki sebagai "motor sejuta umat".
Sejak meluncur 14 tahun silam, penjualannya sudah menembus angka belasan juta unit di Indonesia.
Ukurannya yang kompak, fitur canggih, hingga konsumsi BBM yang irit menjadikannya primadona.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa penulisannya harus 'BeAT' dengan huruf AT kapital? Ternyata, itu bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah akronim!
Kepanjangan BeAT
Banyak orang yang masih keliru menuliskan namanya menjadi 'Beat'. Padahal, penggunaan huruf kapital di akhir kata memiliki makna tersendiri.
Dilansir dari berbagai sumber otomotif, nama BeAT merupakan singkatan dari "Be Automatic" (Menjadi Otomatis).
Nama ini dipilih sebagai kampanye besar Honda saat meluncurkan motor ini pada 2008 silam.
Kala itu, pasar motor matik di Indonesia belum sepopuler sekarang, dan Honda ingin mengajak masyarakat untuk beralih atau "menjadi otomatis".
Baca Juga: POCO F7 Resmi Meluncur: Bawa Snapdragon 8s Gen 4 dan Baterai 'Monster' 7550 mAh, Cuma 5 Jutaan!
Filosofi Musik dan Target Anak Muda
Selain sebagai akronim teknologi, kata beat sendiri dalam bahasa Inggris berarti ketukan atau hentakan musik.
Hal ini sangat selaras dengan target pasar mereka: kalangan anak muda atau entry level.
Nuansa musik ini sangat kental terasa pada model generasi pertamanya. Jika kamu perhatikan, grafis stiker pada bodi BeAT kala itu sering dilengkapi simbol 'play' dan 'next' layaknya pemutar musik digital yang tren di zamannya.
Jingle Ikonik Ciptaan Maia Estianty
Bicara soal Honda BeAT tak lengkap rasanya tanpa membahas lagu promosinya yang sangat ikonik.
Tahukah kamu, theme song berjudul "Let’s Get the Beat" ternyata diciptakan oleh musisi ternama, Maia Estianty?
Lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Dirly (alumnus Indonesian Idol) pada 2007, sebelum kemudian dinyanyikan ulang oleh deretan bintang besar seperti Afgan hingga Cinta Laura.
Berkat lagu yang easy listening ini, citra Honda BeAT sebagai motor yang lincah dan enerjik pun melekat kuat di benak masyarakat.
Editor : Imron Hidayatullahh