Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Lalu Muhammad Iwan, Jenderal Polisi Dikerangkeng Gara-gara Omprengan MBG

M. Ainul Budi • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:25 WIB
Mengenal Lalu Muhammad Iwan, Jenderal Polisi Dikerangkeng Gara-gara Omprengan MBG
Mengenal Lalu Muhammad Iwan, Jenderal Polisi Dikerangkeng Gara-gara Omprengan MBG

 

RADAR JEMBER - Baru di zaman Prabowo, ada jenderal bisa dijebloskan ke penjara. Para jenderal itu kini bergabung dengan tikus got gorong-gorong. Mereka yang terkenal nasionalis murni, tak tahunya pengkhianat rakyat. Mari kita berkenalan lebih dalam dengan seorang jenderal polisi yang baru saja dikandangin Kejagung. Tikus cokelat ini jauh lebih ganas. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Tepuk tangan bergemuruh untuk Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, SIK, MM, putra Selong, Lombok Timur, NTB, kelahiran 20 Januari 1972. Lulusan Akabri 1994 ini memiliki perjalanan karier yang kalau dicetak menjadi CV mungkin tebalnya bisa mengalahkan buku telepon zaman dulu.

Kariernya dimulai dari Brimob Polda Kalimantan Barat. Daerah gue ni, wak. Lalu, ia berpetualang ke Polda Bengkulu, Polda Metro Jaya sebagai Kapolsek Jagakarsa, Kelapa Gading, Penjaringan, hingga Setiabudi. Tahun 2015 menjadi Kapolres Dharmasraya, kemudian auditor madya Itwasda Polda NTB, Plh Kabid Humas, Liaison Officer Asian Games 2018, pengamanan Pemilu Jepang 2019, hingga dipercaya menjadi Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), lalu Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama sejak Maret 2025.

Pendidikannya juga bukan kaleng-kaleng. PTIK, Sespimmen, kursus bahasa Mandarin di Beijing, pelatihan elite di Italia dan Thailand. Penghargaannya berjejer, mulai Satyalancana Kesetiaan 8, 16, dan 24 Tahun, Satyalancana Seroja, serta berbagai tanda jasa lain. Kalau semua medalinya dipakai sekaligus, mungkin seragamnya lebih berat daripada rompinya.

Saat naik pangkat menjadi brigjen, beliau pernah berkata, "Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati." Kalimatnya indah. Sayang, hidup kadang punya selera humor lebih sadis dari pelawak sekelas Mr Bean.

Tanggal 2 Juli 2026, Kejaksaan Agung menetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka ketujuh dalam dugaan megakorupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program seharusnya mengurus isi perut anak-anak Indonesia, malah terseret kisah ompreng alias food tray yang mendadak lebih terkenal dari menu makan siangnya. Ompreng keramat yang mulai makan korban.

Penyidik menduga ia memerintahkan dua saksi berinisial YCS dan RD mendirikan perusahaan khusus untuk menjual wadah makanan kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Harga ditentukan, jalur disiapkan. Diduga ada fee agar titik SPPG lebih mudah mendapat persetujuan. Rupanya di negeri ini, kotak makan bisa punya nilai ekonomi jauh melampaui isi makanannya.

Dari Brimob dikenal gagah, kini berubah menjadi brigjen yang diduga tersandung perkara korupsi program unggulan pemerintah. Dari kebanggaan NTB, kini harus menghuni Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari pertama. Ia dijerat Pasal 12 huruf a, b, dan e Undang-Undang Tipikor juncto KUHP. Belum lagi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setelah menjabat di BGN yang disebut belum dilaporkan.

Inilah ironi negeri +62. Di podium, integritas dipidatokan dengan suara menggelegar. Di ruang penyidikan, ompreng malah ikut menjadi tokoh utama. Seolah-olah kotak makan memiliki karier politik yang lebih cemerlang daripada sebagian manusia.

Tentu, semua dugaan ini masih harus dibuktikan di pengadilan. Namun jika benar terbukti, maka yang rusak bukan sekadar nama seorang brigjen, melainkan kepercayaan publik terhadap program yang membawa harapan jutaan anak Indonesia.

Akhirnya rakyat hanya bisa memandangi ompreng dengan perasaan campur aduk. Dulu kotak makan identik dengan nasi, ayam, dan sayur. Sekarang, gara-gara kasus ini, ompreng seakan punya gelar baru, saksi bisu yang membuat satu negeri geleng-geleng kepala. Selamat bergabung dengan gerombolan H Dadan Pak Lalu. Siapa lagi tikus ke-8? Ditunggu, wak!

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#lalu muhammad iwan #tersangka mbg #jenderal polisi #Kasus MBG