Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nasib IKN di Tangan Prabowo, Jakarta Masih Ibukota

M. Ainul Budi • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:44 WIB
Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ibu Kota Nusantara (IKN)

RADAR JEMBER - Dulu, setiap hari saya menonton canel Dian Rana. Karena, dialah youtuber paling konsisten memvideokan IKN dari masih hutan sampai sekarang. Ntah kenapa, semenjak ada itu, nonton video IKN jadi malas. Rupanya, Dian Rana juga tak seperti dulu lagi. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Indonesia sekarang punya dua hal yang sama-sama menggantung, kabel listrik pinggir jalan dan nasib IKN. Bedanya, kalau kabel putus masih bisa dipanggil teknisi. Kalau status IKN? Nah, ini nunggu tanda tangan Presiden Prabowo Subianto dulu. Satu tanda tangan.

Satu Keppres. Sesuatu yang secara administratif mungkin cuma beberapa lembar kertas, tapi efeknya bisa bikin kontraktor, investor, tukang semen, sampai penjual es teh sekitar proyek sama-sama deg-degan.

Sementara itu, Jakarta masih resmi jadi ibu kota. Ya, masih. Kota yang tiap hujan berubah jadi kolam renang nasional itu sampai sekarang masih memegang mahkota. Jangan heran kalau rakyat bingung.

Di Kaltim gedung kementerian sudah berdiri megah, rumah menteri sudah jadi sejak 2024, jalan lebar mulus, tapi pusat kekuasaan tetap muter-muter di Jakarta.

Situasinya sekarang mirip orang sudah bangun rumah tiga lantai lengkap dengan pagar otomatis, CCTV, dan kitchen set mewah, tapi masih tidur di kontrakan karena belum dapat restu keluarga.

Nah, di tengah suasana serba “nanggung” itu, muncul suara dari Dian Rana, warga Kaltim yang dari awal rajin merekam pembangunan IKN. Orang ini bukan oposisi. Bukan pula dukun politik yang muncul tiap lima tahun sekali. Dia justru termasuk yang paling rajin promosi IKN. Tapi belakangan, isi videonya berubah dari “wah progres mantap” menjadi “Pak Presiden, IKN masih diingat nggak sih?”

Dian curhat kalau dia resah karena nama IKN sekarang jarang disebut dalam pidato resmi Presiden. Dulu proyek ini dibahas seperti menu utama warteg politik nasional. Sekarang? Kadang kalah populer dibanding MBG dan KDMP.

Lucunya, gara-gara ngomong begitu, Dian malah dirujak netizen. Di negeri ini memang unik. Orang yang kritik karena peduli sering dianggap musuh. Mirip warga lapor jalan berlubang malah disuruh bersyukur masih punya jalan.

Menurut Dian, ada tiga hal yang bikin rakyat mulai curiga IKN nasibnya kayak hubungan tanpa status.

Pertama, putusan MK. Banyak rakyat cuma menangkap kalimat “Jakarta tetap ibu kota.” Detail soal IKN baru resmi pindah setelah ada Keppres? Ah, itu terlalu panjang buat generasi yang baca berita sambil scroll TikTok.

Kedua, minimnya narasi dari Presiden. Ini yang bikin publik mulai berteori macam-macam. Bahkan media luar pernah menyebut IKN sebagai ghost city. Kota hantu. Waduh. Gedung kementerian triliunan disebut mirip komplek elite yang penghuninya cuma satu satpam dan tiga ekor kucing liar.

Prabowo memang sempat datang ke IKN awal 2026. Tapi cuma semalam. Netizen langsung bercanda, “Pak Presiden lagi staycation patriotik.”

Ketiga, muncul istilah “ibu kota politik” untuk target 2028. Nah, rakyat makin pusing. Dari “ibu kota negara” berubah jadi “ibu kota politik.” Besok jangan-jangan muncul istilah baru, “ibu kota perasaan.”

Sementara itu, Otorita Ibu Kota Nusantara tetap optimistis. Mereka bilang pembangunan jalan terus lewat APBN, KPBU, dan investasi swasta. Bahkan ada tawaran tax holiday sampai 100 persen.

Diskon pajak segede itu kalau buat rakyat biasa mungkin cuma bisa dipakai beli minyak goreng satu dus.

Masalahnya tetap sama, Keppres belum turun. Selama belum diteken, Jakarta masih jadi ibu kota resmi. IKN masih seperti calon pengantin yang gedung resepsinya sudah siap, katering sudah datang, tamu sudah pakai batik, tapi penghulu belum muncul karena mobil mogok kehabisan bensin.

Rakyat cuma bisa menatap gedung-gedung megah di tengah hutan Kalimantan sambil bertanya, ini benar calon ibu kota baru… atau cuma monumen beton paling mahal dalam sejarah politik Indonesia?

 

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#berita ikn #ikn viral #ibukota #IKN