Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Duh Negeriku, Menkes Dilaporkan ke Polisi Diduga Gunakan Gelar Palsu

M. Ainul Budi • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:04 WIB
Duh Negeriku, Menkes Dilaporkan ke Polisi Diduga Gunakan Gelar Palsu
Duh Negeriku, Menkes Dilaporkan ke Polisi Diduga Gunakan Gelar Palsu

 

RADAR JEMBER - Kita break sebentar soal LCC 4 Pilar MPR. Muncul kasus yang membuat saya bertanya, duh negeriku, apa sih yang salah? Drama ijazah Jokowi belum juga kelar, eh muncul dugaan gelar palsu. Menkes dituduh gunakan gelar palsu oleh lima dokter, lalu dilaporkan ke polisi. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Negara lain sibuk bikin mobil tanpa sopir, Indonesia malah sibuk memastikan dua huruf di depan nama Menkes. Ir or Drs. Inilah negeri yang kalau alien datang ke bumi, mereka bakal berkata, “Maaf, manusia di sini terlalu rumit.”

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh lima dokter atas dugaan penggunaan gelar akademik yang dianggap tidak sesuai. Laporan masuk Senin, 11 Mei 2026. Sejak kabar itu meledak, timeline Indonesia langsung berubah jadi kampus dadakan. Orang-orang yang kemarin masih debat apakah Indomie lebih enak kuah atau goreng, mendadak jadi pakar nomenklatur akademik internasional.

Baca Juga: Komisi X Saja Minta Diulang, Eh Kadisdik Kalbar Malah Nyalahkan Speaker

Yang lebih epik lagi, kuasa hukum lima dokter itu adalah O. C. Kaligis. Begitu nama beliau muncul, suasana langsung seperti film hukum lawas yang penuh meja kayu, map cokelat, dan orang teriak “Keberatan, Yang Mulia!” Padahal rakyat cuma buka berita sambil rebahan pakai sarung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto membenarkan laporan tersebut. Tapi yang paling membuat netizen jungkir balik adalah penjelasan Kaligis, kasus ini bukan soal ijazah palsu. Bukan. Ini soal gelar. Gelar! Indonesia benar-benar negara penuh plot twist. Di negara lain menteri disorot karena kebijakan miliaran dolar. Di sini dua huruf bisa bikin satu republik berkeringat.

Kaligis menyebut seharusnya Menkes memakai gelar Drs, bukan Ir. Seketika netizen seperti menemukan misi hidup baru. Grup Facebook alumni sekolah mendadak lebih panas dari sidang DPR. Om-om yang biasanya kirim hoaks buaya masuk mall kini menulis opini panjang tentang sejarah pendidikan tinggi Indonesia.

Politik pun ikut tersindir halus. Sebab di negeri ini, kadang gelar lebih sakral dari janji kampanye. Janji bisa lupa seminggu, tapi salah tulis “Ir.” bisa dibahas tujuh turunan. Mungkin sebentar lagi caleg tidak perlu pasang baliho wajah. Cukup tulis, “Asli Gelarnya, Bukan Kaleng-Kaleng.” Langsung naik elektabilitas.

Baca Juga: Menjemput Jejak yang Nyaris Senyap: Menghidupkan Kembali Tari Remo Sutina

Lima dokter pelapor ini juga bukan karakter figuran. Ada Budi Iman Santoso, dokter kandungan konsultan uroginekologi rekonstruksi lulusan Universitas Indonesia yang praktik di RS YPK Mandiri Jakarta Pusat. Gelarnya panjang sekali sampai kalau dipanggil lengkap mungkin azan Magrib sudah masuk duluan.

Lalu ada Zainal Muttaqin, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, ahli bedah saraf lulusan S-3 Filsafat Ilmu Kedokteran di Universitas Hiroshima. Beliau punya 71 jurnal ilmiah. Tujuh puluh satu! Netizen membaca syarat dan ketentuan aplikasi saja menyerah di paragraf kedua.

Ada juga Nurdadi Saleh spesialis kandungan lulusan UI, Erri Supriadi yang merangkap dokter, dosen, dan pengacara sekaligus, manusia multitasking level dewa, serta Baharrudin yang ikut tercatat sebagai pelapor.

Sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari pihak Menkes. Sementara rakyat Indonesia menikmati drama ini seperti nonton sinetron premium. Tinggal tunggu muncul slogan, “Aku mencintaimu… tapi gelarmu harus valid.”

Begitulah Indonesia. Negeri tempat politik, pendidikan, hukum, dan hiburan bisa campur jadi satu seperti es campur pinggir jalan. Kadang kita bingung harus marah, serius, atau ngakak. Akhirnya ya sudah… ketawa saja sambil seruput Koptagul di Jalan Tanjungpura Pontianak.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#menkes digugat #gelar palsu menkes #menteri kesehatan gelar palsu