Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengungkap JK Masuk Pusaran Polemik Ijazah Jokowi

M. Ainul Budi • Minggu, 12 April 2026 | 13:18 WIB
Mengungkap JK Masuk Pusaran Polemik Ijazah Jokowi
Mengungkap JK Masuk Pusaran Polemik Ijazah Jokowi

RADAR JEMBER - Saya kira polemik ijazah Jokowi segera berakhir. Nyatanya malah makin melebar. Ini ditandai dengan masuknya aktor baru dalam pusaran polemik itu, yakni Jusuf Kalla (JK). Simak narasinya sambil seruput Americano no sugar di Kiana Coffee Jalan Uray Bawadi, wak!

Trio lama, Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr Tifa disingkat RRT. Penonton sudah hafal.  Ketiganya masih kukuh menyatakan, 99,9 persen ijazah Jokowi, palsu. Itu terus dituduhkan, bantah, viral, ulang lagi. Kayak lagu dangdut diputar di hajatan tiga hari tiga malam.

Lalu masuk bab yang katanya klimaks. Narasinya epik, “berkhianatnya Rismon dari RRT” entah dimaknai sebagai drama geopolitik, plot twist internasional, atau sekadar bumbu biar judul lebih nendang, membuat publik bersiap, ini dia, momen penentuan! Semua menahan napas, kuota disiapkan, jempol siap scroll. Seolah-olah setelah ini, misteri ijazah bakal tamat seperti film yang akhirnya menjelaskan siapa pembunuhnya.

Baca Juga: Inovasi Korupsi Terbaru ala Bupati Tulungagung, Kepala OPD Dipaksa Teken Resign, Tanggal Dikosongkan

Nyatanya? Tidak. Bukannya selesai, ceritanya malah melebar seperti karet ketapel ditarik bocah iseng. Alih-alih “the end,” yang muncul justru “to be continued… dan season berikutnya lebih mahal.” Karena tepat saat orang berharap penutup, panggung malah kebuka lebih lebar, dan… jedar! Masuk Jusuf Kalla dengan aura bos terakhir. Musik latar langsung berubah dari dangdut ke orkestra.

Masuknya JK ini bukan cameo. Ini upgrade level. Kenapa? Karena namanya ikut terseret dalam narasi pendanaan miliaran rupiah untuk Roy Suryo cs. Nuan bayangkan lagi santai. Tiba-tiba disebut sebagai produser film yang naskahnya belum pernah dibaca. Wajar kalau reaksinya bukan sekadar “loh kok saya,” tapi langsung “kita bawa ke hukum.” Bareskrim Polri pun jadi panggung tambahan, lengkap dengan aktor baru, pengacara yang senyumnya makin lebar setiap episode.

Tapi di sinilah komedi mencapai puncak kecerdasan sekaligus keabsurdan. JK, dengan gaya “daeng yang sudah kenyang asam garam,” tidak memilih jurus ribut. Dia malah mengeluarkan solusi paling sederhana di muka bumi. “Saya yakin ijazahnya asli. Tunjukkan saja, selesai.” Ini solusi level logika warung kopi, ringkas, lugas, tanpa footnote.

Lalu datang balasan dari Joko Widodo yang membuat debat naik ke dimensi filsafat. “Yang menuduh, yang harus membuktikan.” Selesai? Belum. Ini seperti dua orang debat soal ayam dan telur, tapi ayamnya kabur, telurnya digoreng netizen.

Baca Juga: Geram Dituduh Jadi Bohir Ijazah Jokowi Rp 5 M, JK Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim

Sementara itu, Roy Suryo cs langsung aktif mode bantah. Mereka menolak narasi dana dari JK, bahkan mendukung langkah hukum JK terhadap Rismon. Semua pihak tiba-tiba sepakat untuk tidak sepakat. Lingkaran logika terbentuk. Tuduhan dilawan bantahan. Bantahan dilawan tuduhan. Penonton dilawan rasa kantuk yang kalah oleh rasa penasaran.

Di dunia maya, ini bukan lagi polemik, ini festival. TikTok jadi panggung monolog, YouTube jadi ruang sidang, X jadi arena gladiator. Ada yang memuja JK sebagai penyeimbang. Ada yang mencurigai manuver. Ada yang yakin ini semua skenario. Ada yang jujur, “Gue nonton karena gratis dan lebih seru dari perang Iran vs Amerika.”

Kita hidup di negeri di mana selembar ijazah bisa naik kasta jadi artefak legendaris. Ia diperdebatkan bukan hanya sebagai dokumen, tapi sebagai simbol kepercayaan, ego, dan yang paling penting, konten. Ketika “klimaks” yang dijanjikan oleh narasi besar seperti “berkhianatnya Rismon dari RRT” ternyata tidak menutup cerita, justru membuka bab baru. Kita sadar, ini bukan drama yang mencari akhir. Ini drama yang hidup dari tidak pernah selesai.

Baca Juga: Bantah Tudingan Danai Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Penyebar Fitnah ke Bareskrim

Kesimpulannya, orang menunggu klimaks, tapi yang datang malah ekspansi. Rismon memberi bahan bakar, Roy Suryo cs menjaga api, dr Tifa menambah bumbu, lalu JK datang membawa kipas angin raksasa. Hasilnya? Api bukan padam, tapi makin berkobar.

Indonesia, negeri di mana setiap akhir adalah awal baru, dan setiap awal pasti ada yang terseret. Ngakak dulu, baru mikir. Karena kalau kebalik, bisa-bisa kita keburu jadi bagian dari episode berikutnya.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#polemik ijazah jokowi #jusuf kalla #roy suryo #wakil presiden jusuf kalla #ijazah jokowi