Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lembaga Negara Beli Motor Listrik 21.801 Unit, Menkeu Purbaya Tak Tahu, Aneh!

M. Ainul Budi • Rabu, 8 April 2026 | 12:26 WIB
Lembaga Negara Beli Motor Listrik 21.801 Unit, Menkeu Purbaya Tak Tahu, Aneh!
Lembaga Negara Beli Motor Listrik 21.801 Unit, Menkeu Purbaya Tak Tahu, Aneh!

RADAR JEMBER - Pagi ini, dunia lagi serius. Ekonomi lagi batuk-batuk kronis gara-gara perang Iran versus Israel-AS. Harga naik semua. Telur naik. Beras naik. Yang turun cuma kelapa. Bahkan, plastik kresek pun sekarang sudah berasa plastik premium, kayak mau dibingkai, bukan dibuang.

Tapi di negeri +62, ada satu kabar yang bikin kita bukan cuma geleng kepala, tapi sekalian goyang bahu sambil ketawa miring.

Ada Badan Gizi Nasional (BGN) yang dengan penuh semangat juang 45, malah belanja 25.000 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini bukan rencana di atas kertas nasi bungkus. Yang sudah mendarat dan parkir cantik itu 21.801 unit sejak Desember 2025.

Ini kalau disusun, bisa jadi konvoi dari Pontianak sampai entah ke mana, mungkin sampai ke logika yang hilang.

Sementara rakyat? Masih mikir hari ini pajoh apa. Telur satu dibagi tiga, lauk lebih banyak kenangan dari kenyataan. Tapi negara bilang, “Tenang, motor dulu kita siapkan.”

Motor-motor itu sekarang katanya lagi nunggu status resmi jadi Barang Milik Negara. Disimpan rapi di gudang. Mungkin sambil bisik-bisik sesama motor, “Kapan kita turun ke lapangan? Rakyatnya udah lapar tuh, bos.”

Baca Juga: SPPG Beroperasi Lagi 31 Maret 2026, BGN Ancam Sanksi Tegas Mitra MBG Nakal

Nanti motor ini akan dibagikan ke Kepala SPPG biar bisa keliling. Kalau dulu orang cari makan pakai kaki, sekarang yang datang duluan itu knalpot sunyi tanpa asap. Perut belum tentu kenyang, tapi angin sepoy-sepoy sudah dapat.

Nah, bagian paling plot twist ini datang dari Menteri Keuangan kita, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pas ditanya wartawan, beliau bilang, “Ini gosip ya? Saya cek lagi.”

Wak… ini bukan gosip “si Nohran nikah diam-diam”. Ini 21.801 motor. Kalau diparkir di halaman rumah, tetangga satu kecamatan sudah bikin grup WA baru.

Beliau bilang tahun lalu sudah nolak pengadaan motor dan komputer dalam jumlah besar. Katanya duit itu harusnya buat bahan makanan. Masuk akal. Logis. Sehat.

Tapi tahun ini? “Saya nggak tahu.”

Nah loh. Ini APBN atau grup arisan? Uangnya jalan sendiri tanpa pamit?

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana tampil santai macam lagi ngopi sore. Katanya semua sudah direncanakan sejak 2025. Motor ini penting untuk mobilitas. Biar program MBG lancar.

Betul juga sih, kang. Soalnya kalau pakai jalan kaki, takutnya yang sampai duluan malah lapar, bukan bantuan.

Baca Juga: SPPG Beroperasi Lagi 31 Maret 2026, BGN Ancam Sanksi Tegas Mitra MBG Nakal

Beliau juga bilang isu 70.000 unit itu hoaks. Oke, kita pegang itu. Tapi tetap saja, 21.801 itu bukan angka yang bisa diselipkan di bawah karpet.

Yang paling “mantap kali” adalah klaim, program MBG ini ikut mendongkrak penjualan motor nasional sampai 4,9 juta unit.

Ini program makan bergizi atau program “dealer tersenyum, rakyat menunggu”?

Slogan baru mungkin begini, “Perut boleh kosong, yang penting motor full baterai.” Reaksi? Jangan ditanya.

Pengamat dan DPRD Jawa Barat langsung angkat tangan, “Stop dulu, atuh kang!” Katanya ini bukan prioritas, apalagi APBN lagi ketat dan semua disuruh hemat.

Netizen? Lebih ganas lagi. Ada yang bilang, “Pajak gue jadi DP motor siapa ini?” Ada yang nyeletuk, “Menkeu nggak tahu, motornya tahu jalan sendiri mungkin.” Ada juga yang lebih pedih, “Guru honorer gaji telat, tapi motor sudah siap touring.”

Aduh, wak. Ini bukan lagi ironi. Ini sudah stand-up comedy nasional tanpa mic.

Akhirnya kita cuma bisa duduk, seruput Koptagul, lalu mikir sambil ketawa pahit, Ini program buat isi perut rakyat, atau buat isi garasi negara?

Kalau begini terus, jangan kaget suatu hari ada berita, “Program MBG sukses besar. Semua kepala SPPG sudah punya motor listrik. Rakyat? Masih antre cari kerja.”

Mantap kali. Motor duluan kenyang listrik, rakyat masih diet paksa. 

Semoga ke depan yang ngebut itu bukan cuma motornya, tapi juga akal sehat yang sempat mogok di tengah jalan.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Editor : M. Ainul Budi
#motor listrik #SPPG #Mbg #Menkeu Purbaya