Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemprov Jatim Lahirkan 38 Doktor Cumlaude

Redaksi Radar Jember • Jumat, 25 Juli 2025 | 13:10 WIB
Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A.
Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A.

oleh: Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA.

SEJAK dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur (2019-2024), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Khofifah) langsung gerak cepat.

Gubernur Khofifah memulai percepatan penyiapan SDM Ahli untuk pengembangan pesantren dan pendidikan Islam.

Mahasantri Ma'had Aly diberi peluang beasiswa yang sebelumnya tidak pernah ada.

Bahkan beasiswa bukan hanya terbatas S-1 (Rp 15.000.000), tapi juga S-2 (Rp 22.500.000) dan S-3 (Rp 75.000.000).

Bahkan beasiswa juga diberikan untuk program S-1 dan S-2 Al-Azhar University Kairo Mesir, dengan living cost per bulan Rp 2.500.000.

Kepedulian inilah yang dirasakan dan dicermati UIN Sunan Ampel Surabaya, sehingga Rektor UIN Sunan Ampel memberikan Penghargaan kepada Gubernur Khofifah sebagai Tokoh Kontributif Pendidikan Islam di Jawa Timur dalam Acara Wisuda ke-112 UIN Sunan Ampel (Ahad, 20 Juli 2025).

Penghargaan tersebut sangat wajar dan semua bahagia, karena Gubernur Khofifah dinilai telah berhasil membawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pemprov yang kinerja pendidikannya terbaik nasional.

Gubernur Khofifah juga dinilai telah berhasil membawa Pemprov Jatim sebagai Pemprov satu-satunya yang memiliki Peraturan Daerah (Nomor 3 Tahun 2022) dan Peraturan Gubernur (Nomor 43 Tahun 2023) tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren, sehingga kepeduliannya terhadap pengembangan pesantren didasarkan pada landasan yuridis yang kuat.

Bahkan lebih dari itu. Gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut dikenal gercep dan kaya inovasi.

Sejak tahun 2019 Gubernur Khofifah sudah menanam jariyah yang luar biasa, sangat spektakuler.

Bukan hanya memberi manfaat kepada 6.876 penerima beasiswa dari lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren, PTKI, Ma'had Aly dan Pendidikan Diniyah dari S-1, S-2, S-3, M-1, M-2 sampai S-1 dan S-2 Al-Azhar.

Tetapi, karena 4.168 dari 6.876 penerima manfaat itu kini telah menyelesaikan pendidikan dan mereka kini kembali berkhidmat di pesantren-pesantren dan masyarakat kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mengabdikan ilmunya.

Mereka adalah lulusan S-1=2.340 sarjana, S-2=1.100 magister, S-3=38 doktor, M-1 = 665 sarjana ma'had aly, dan S-1 Al-Azhar = 25 sarjana Al-Azhar Mesir.

Jariyah seperti ini akan terus menebar harum wangi yg akan dikenang dlm jangka panjang, dari generasi ke generasi.

Gubernur Khofifah adalah gubernur  pertama Indonesia yang sangat peduli terhadap pengembangan Ma'had Aly, program marhalah ula (M-1/-S1) dan marhalah tsani (M-2/S-2) dan pengaderan ulama muda untuk belajar S-1 dan S-2 di Al-Azhar.

Selain itu, juga program sarjana (S-1), program magister (S-2) dan program doktor (S-3).

Ketersediaan Tenaga Ahli pesantren ini menjadi sangat penting agar SDM pesantren mulai sekarang tidak hanya menjadi penonton.

Tetapi, menjadi pemain inti Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara dan Indonesia Emas 2025

Yang menarik, 38 doktor penerima beasiswa Pemprov Jatim tersebut lulus tepat waktu di 4 perguruan tinggi (UIN KHAS Jember, UIN SATU Tulung Agung, UNISMA Malang dan UIN Sunan Ampel Surabaya) dan mereka semua lulus dengan predikat pujian (cumlaude).

Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Hj. Khofifah Indar Parawansa berhasil membawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menjadi satu-satunya pemerintah provinsi di Indonesia yang sangat peduli menyiapkan SDM Ahli Pesantren dan Pendidikan Islam pada umumnya.

Jelas sangat berdampak strategis dan jangka panjang. Pemprov Jatim berhasil melahirkan 38 Doktor Cumlaude.

 

*) Penulis adalah Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur dan Guru Besar UIN KHAS Jember.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#pemprov jatim #Prof Halim #opini #khofifa indar parawansa #Beasiswa