Portal Administrasi Pemerintahan (PAP) sebagai digitalisasi layanan bagi aparatur sipil negara (ASN) kini sudah beroperasi secara terbatas. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa operasional terbatas PAP ini merupakan upaya akselesrasi atas integrasi layanan digital, khususnya bagi aparatur negara.
“Arahan Presiden meminta agar adanya upaya percepatan dalam pembangunan digitalisasi layanan aparatur negara dalam PAP. Operasional terbatas PAP ini menjadi jawaban untuk menghadirkan percepatan PAP yang terukur” ungkap Menteri Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu (28/08).
Saat membuka pelaksanaan Operasional Terbatas PAP di bidang Layanan Aparatur Negara, Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementrian PANRB Aba Subagja menyampaikan operasional terbatas PAP ini dilakukan untuk menjaring masukan dari pengalaman ASN yang menggunakannya. “Operasional terbatas portal ini bertujuan untuk menyediakan layanan dan mengumpulkan umpan balik dari pegawai ASN terkait pengalaman dalam penggunaan portal tersebut” ungkap Aba Subagja.
Aba menyampaikan operasional terbatas ini dilakukan pada 124 instansi pemerintah yang terdiri dari 8 pemerintah provinsi, 19 pemerintah kota, dan 97 pemerintah kabupaten yang merupakan wilayah kerja dari tiga Kantor Regional BKN. Adapun operasional terbatas ini dilakukan oleh ASN dari wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Operasional terbatas PAP ini dilangsungkan secara terjadwal, yang dimulai sejak Rabu, 28 Agustus 2024 hingga Rabu, 11 Sepetember 2024. Dalam PAP ini telah terintegrasi dengan layanan pengembangan kompetensi ASN mandiri yang disediakan oleh LAN.
Asisten Deputi Percepatan Transformasi Digital SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo mengatakan bahwa pada masa operasional terbatas ini, PAP telah terhubung dengan SIASN, e-Kinerja BKN, dan SIBANGKOM ASN LAN, dan memanfaatkan Identitas Digital Terpadu sebagai akses masuk. Sementara itu, Direktur Digital Business Peruri Farah Fitria Rahmayanti mengajak para ASN yang terlibat dalam operasional terbatas PAP ini untuk secara aktif mencoba dan mengeksplor berbagai macam fitur yang telah dikembangkan. Sehingga hadirnya PAP bukan hanya sebatas fungsional, namun juga memberikan nilai yang berdampak bagi kebutuhan ASN.
“Partisipasi dari ASN yang dapat mengakses PAP dalam operasional teratas ini sangatlah berharga dan kami berharap mendapatkan masukan mengenai kinerja sistem PAP dan pengalaman dalam menggunakan PAP yang akan digunakan untuk menyempurnakan sistem PAP” pungkas Farah Fitria Rahmayanti.
Penulis: Agelis Ayu Permata Riadi
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Editor : Linda Harsanti