Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Presisi Polri: Antara Harapan dan Tantangan

Radar Digital • Kamis, 6 Juli 2023 | 16:00 WIB
Photo
Photo

Oleh: Zainul Hidayat *)

POLISI adalah sosok paling familier dan popular di tengah-tengah dinamika masyarakat. Nyaris tidak ada celah untuk tidak melihat kehadiran sosok salah satu penegak hukum ini.

Pengaturan lalu lintas, problem lingkungan dan mediasi berbagai masalah di masyarakat seolah menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian Polri. Laksana berkegiatan mulai bangun tidur sampai tidur lagi.

Maka sangatlah wajar, saat berulang tahun ke–77 pada 1 Juli 2023 sejumlah pihak memberikan apresiasi dan menaruh harapan kepada Kepolisian Republik Indonesia ini.

“Slogan mengayomi, benar-benar mengayomi,’’ (Bupati Jember Hendy Siswanto, Radar Jember, 2/07/2023). “Jangan takut, polisi itu mengayomi, apa pun yang terjadi, polisi akan bantu sesuai prosedur,” (Wakil Bupati Jember Gus Firjaun, Radar Jember, 1/07/2023).

“Semoga ke depan Polri terus menjadi pengayom bagi masyarakat,’’ (Anies Baswedan, detik.com, 1/07/2023), “Polri Presisi untuk negeri, Pemilu damai untuk Indonesia emas, terus berikan pengayoman yang terbaik kepada masyarakat dengan tetap menjaga integritas,” (Ganjar Pranowo, okenews, 01/07/2023).

Dan "Selamat Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023. Polri mengabdi untuk negeri, bekerja tanpa pamrih untuk keamanan negara, mengayomi dan mencintai rakyat," (Prabowo Subianto, Republik Merdeka Online, 01/07/2023).

Bukan berarti apresiasi dan harapan tersebut tanpa onak dan duri. Sekilas menyimak ke belakang maka ada jejak rekam yang secara langsung maupun tidak mencoreng institusi kepolisian.

Sebut saja, kasus Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa yang menyeret beberapa perwira tinggi Polri memicu menjadi sasaran amuk publik maupun warganet dan beberapa kasus lain.

Upaya dan ikhtiar nyata dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk terus berbenah sebetulnya terus dilakukan. Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, slogan Polri adalah Presisi, akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Presisi mengandung makna yang sangat mendalam. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengungkap, presisi adalah ketepatan. Sementara. definisi lain menyebutkan presisi adalah akurat dan merupakan tingkat perbedaan yang sekecil-kecilnya antara nilai pengamatan dengan nilai yang sebenarnya.

Secara umum implementasi Presisi ini nampak nyata. Berbagai kasus diungkap mengacu pada slogan ini. Saat ini, bagi Polri sudah bukan lagi hal yang tabu dan pamali merilis berbagai ulah oknumnya ke publik.

Bukan lagi pada tataran bintara sampai jajaran perwira berpangkat AKBP dan irjend. Bahkan sampai pada akhir dari proses hukum yang dijalani para oknum ini juga bisa disimak siapa pun.

Pada proses rekrutmen casis (calon siswa), jajaran Polri juga berusaha menunjukkan sisi Presisi. Polri langsung cepat dan tanggap merespon setiap aspirasi pada rekrutmen tersebut. Bahkan melakukan tindak lanjut dan berproses sesuai dengan ketentuan yang ada.

Polri juga secara gentlemen dan legawa pernah menganulir hasil dari kelulusan Casis setelah melakukan check and recheck ulang. Nuansa dan hal–hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Polri terus terjaga citranya.

Di tengah-tengah arus Polri yang terus melakukan pembenahan dan muhasabah di tengah sorotan bukan berarti institusi ini bebas dari tantangan. Ke depan tantangan–tantangan sudah menunggu untuk segera memperoleh penanganan secara serius dan sangat urgent.

Khususnya dalam terus berikhtiar untuk mewujudkan Presisi sebagai bagian tak terpisahkan dari roh Polri.

Pertama, SDM. Kualitas SDM harus dijaga sejak rekrutmen. Sistem promosi harus diperbaiki (Presiden Joko Widodo, Jawa Pos, 02/07/2023). Polri juga perlu memperhatikan kompetensi para personelnya seiring dengan era perkembangan yang ada.

Selain itu juga terus melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas SDM guna mendekati rasio yang ideal.

Kedua, Media Sosial. Keberadaan dan kehadiran Media Sosial dengan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya telah menimbulkan dampak yang luas. Pada berbagai peristiwa hukum belahan negeri ini justru ada yang lebih dulu muncul di media ini.

Akibatnya, para netizen langsung merespon dengan mengemukakan silang pendapat. Tidak semua komen positif ada yang sebaliknya. Manakala hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan berbagai persepsi.

Guna meminimalisir maka Polri memang perlu terus melakukan patroli di layar dunia maya dan juga mengoptimalkan Bhabinkamtibmas sebagai kepanjangan Polri di level bawah.

Ketiga, tahun politik. Tahun 2023 dan 2024 merupakan tahun politik. Berbagai penghelatan akbar politik tersaji. Tercatat pada tahun tersebut ada agenda pemilihan calon legislatif, pemilihan presiden dan wakil presiden, kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Polri harus tetap menjadi pengayom bagi masyarakat dalam menggunakan hak konstitusinya. Maka menjunjung sikap netralitas menjadi hal yang tidak terbantahkan dengan tetap bersandar pada presisi

Keempat, teladan. Dalam mewujudkan Presisi ini, Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat. Semua unsur atau bagian dari Polri mempunyai tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam penegakan program presisi.

Dengan kata lain, Presisi ini bukan hanya tajam ke luar namun juga harus lancip ke dalam.

Kelima, kolaborasi. Tanpa kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat program Presisi tidak akan banyak bermakna. Hal ini menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan Polri yang ada.

Yakinlah, masyarakat akan memberikan dukungan penuh, karena pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakan buah dari kolaborasi.

Keenam, sustainable. Guna memperoleh dampak yang nyata dalam jangka panjang, maka program Presisi ini harus ada jaminan keberlanjutannya, Tantangannya adalah, alih kepemimpinan pucuk pimpinan Polri nantinya.

Masyarakat masih menaruh harapan sangat besar program presisi ini terus berlangsung. Maka dari itu, hal ini juga memperoleh perhatian tersendiri. Apalagi saat presisi ini sudah mulai mengangkat citra Polri dari keterpurukan sebelumnya. (*)

*) Penulis adalah akademisi, tinggal di Lumajang, Jawa Timur.

Editor : Radar Digital
#HUT Bhayangkara Ke-77 #Polri Presisi #polisi humanis