Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) semakin mendekati puncak. “The Final Countdown” judul lagu Band Europe sangat pas menggambarkan detik-detik menjelang peringatan HANI. Bentuk riil memperingati HANI dilakukan oleh Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Lumajang dengan berbagai aktivitas kreatif untuk generasi muda. Tahun 2023 aktivitas kreatif lomba oleh BNNK Lumajang mengangkat komunitas Pramuka. Lomba Pidato anti drugs untuk Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) dan Lomba Duta anti narkoba untuk Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun). Bidikan BNNK Lumajang sangat tepat ketika berorientasi pada Gen-Z (kelahiran 1997-2012) yang digadang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan masa depan.
Hegemoni Gen-Z berdasar sensus 2020 menunjukkan (27,94%) dalam komposisi penduduk Indonesia. Gen-Z memiliki kemudahan terhubung dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia sehingga menyebabkan Gen-Z memiliki global mindset. Keterbukaan generasi ini dalam menerima berbagai pandangan dan pola pikir, menyebabkan mereka mudah menerima keragaman dan perbedaan pandangan akan suatu hal. Dampaknya adalah menjadi sulit mendefinisikan dirinya sendiri. Identitas diri yang terbentuk sering kali berubah berdasarkan pada berbagai hal yang mempengaruhi mereka berfikir dan bersikap terhadap sesuatu. Hal ini akan sangat rentan jika dihubungkan dengan masih maraknya narkoba di Indonesia. Narkoba adalah permasalahan darurat maka penanganannya pun butuh cara yang luar biasa.
Fakta permasalahan narkoba sangat kompleks. Bisnis narkoba menghasilkan uang yang sangat besar sehingga menggiurkan banyak pihak. Narkoba mudah masuk khususnya melalui jalur laut dan sungai-sungai. Maraknya peredaran narkoba di Lapas menunjukkan bandar dapat beroperasi dari dalam Lapas. Tingginya angka coba pakai dan teratur pakai menunjukkan realitas bahwa terdapat masyarakat yang sangat memiliki ketergantungan terhadap narkoba. Disisi lain peredaran narkoba sudah merambah hingga ke desa-desa bahkan siswa SD sudah menjadi sasaran. Hal penting lainnya bahwa modus operandi peredaran narkoba yang berubah-ubah sehingga butuh keterpaduan semua pihak untuk memberantasnya, termasuk masyarakat di semua lini aktivitasnya.
Penggiat “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika” (P4GN) adalah orang atau individu yang terpilih karena mempunyai semangat, kemauan, dan komitmen yang kuat dalam berperan aktif di lingkungannya masing-masing di bidang P4GN sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh BNN. Individu Penggiat P4GN haruslah memiliki karakter yang berkemauan kuat, bersemangat dan memiliki komitmen dalam pengabdiannya. Penggiat P4GN adalah pribadi yang sehat jasmani dan rohaninya. Rekam jejaknya bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Penggiat merupakan perwakilan dari sebuah organisasi, perkumpulan, Lembaga, instansi atau komunitas. Atas latar belakang tersebut seorang penggiat dipastikan berkelakuan baik dan tidak terlibat organisasi terlarang serta tidak terlibat dalam perkara tindak pidana. Penggiat P4GN berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan prinsip kerja Penggiat. Harapannya adalah seorang Penggiat akan berjiwa ikhlas, tangguh, cerdas, berintegritas dan tuntas dalam menjalankan pengabdiannya; karena pada dasarnya Penggiat tidak menciptakan Pengikut; Penggiat itu menciptakan lebih banyak Penggiat.
Berbagai teori menyebutkan bahwa karakter manusia terbagi dalam empat jenis yaitu Sanguinis, Melankolis, koleris dan plegmatis. Karakter positif Sanguinis biasanya bersahabat, responsif, berbelas kasihan, ramah tamah dan banyak bicara. Melankolis memiliki ciri rela analitis, berkorban, disiplin, tekun, berbakat, dan perfeksionis. Koleris bercirikan tegas, produktif, taktis, memiliki visi, berkemauan keras dan independent. Phlegmatis memiliki ciri-ciri tenang, obyektif, diplomatis, efisien, teratur, cuek, praktis humoris dan dapat diandalkan. Namun manusia tidaklah sempurna, masing-masing jenis karakter juga memiliki kelemahan. Tapi, Penggiat adalah pribadi yang mampu memaksimalkan potensi kelebihannya dan menekan sekuat mungkin kelemahannya. Sehingga keberadaannya akan saling melengkapi dan menguatkan diantara Penggiat lainnya sehingga tercipta team work yang kuat dan tangguh.
Kehadiran Penggiat P4GN adalah jawaban riil untuk terus mengupayakan membangun mindset masyarakat dalam anti narkoba. Keberhasilan gerakan anti narkoba harus dimulai dari diri sendiri. Masing-masing individu harus berani menjadi agent of change. Penggiat disetiap komunitas wajib menjadi pribadi yang mampu meneladani atas sikap anti narkoba. Kesempatan selalu ada namun jika tidak memiliki niat karena karakter yang baik maka tidak akan terlibat kegiatan narkoba dalam bentuk apapun. Penggiat berkewajiban membangun semangat di antara masyarakat dan komunitasnya. Ketika komunitas itu telah tercipta perilaku hidup antinarkoba maka tugas Penggiat adalah terus mendukung dan menguatkan kesadaran mereka menjadi lebih kuat. Demikianlah inti ajaran Ki Hadjar Dewantara berkaitan dengan konsep kepemimpinan.
Penggiat P4GN harus terus berupaya maksimal mengembangkan karakter-karakter baik di masyarakat dan komunitasnya dalam rangka mengimbangi bahkan memenangkan atas pertarungan karakter melawan drugs lifestyle. Perilaku hidup malas, suka nerobos dan munafik merupakan titik kelemahan keterlibatan seseorang dalam lingkaran peredaran gelap narkoba. Kita perlu terus optimis dalam berupaya melawan masih maraknya narkoba di Indonesia. Mengembangkuatkan nilai keagamaan, gotong-royong, musyawarah dan keadilan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia lebih baik.
Postur Penggiat P4GN idealnya memiliki kompetensi sebagai penyuluh, pendamping, menjangkau, penggalang dan fasilitator. Guna mewujudkan kompetensi dimaksud terdapat beberapa tips sebagai berikut:1)memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain, transparansi dengan batasan, memiliki nilai etika dan integritas, 2)mendorong pengambilan risiko dan inovasi, 3)bertindak tegas, 4)mampu menyelaraskan kenyataan yang sulit dengan optimisme karena teaching order and the finding disorder. Melalui peringatan HANI 2023 mari kita kuatkan peran aksi Penggiat P4GN.
Penulis adalah Akademisi Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang, Koordinator Pengajar MK. Pancasila & Kewarganegaraan
Editor : Safitri