Terbekali pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni dalam pendidikan adalah modal dan citra positif yang dilabelkan pada seoarang guru penggerak. Mereka terpercaya telah membuktikan kemampuan kepemimpinan mereka melalui inovasi dan prestasi di bidang pendidikan. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang masalah pendidikan dan tahu bagaimana cara mengatasi masalah. Aktivitas mereka di ruang kolaborasi, berbagai aksi nyata praktik baik, pendampingan individu, lokakarya membuat mereka terbekali pemimpin pengembangan diri, pemimpin pembelajaran, dan pemimpin pengembangan sekolah.
Sebagai calon pemangku kebijakan pendidikan nantinya, para guru penggerak juga dibekali kemampuan untuk memotivasi dan memimpin orang lain. Mereka mampu menginspirasi guru lain dan melibatkan komunitas praktisi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Mereka mampu membangun hubungan yang baik dengan siswa, orang tua, dan stakeholder lainnya dalam dunia pendidikan. Hal itu dampak dari pembiasaan memulai dari diri sendiri untuk melakukan aksi nyata lalu kemudian berbagi praktik baik.
Selain sebagai pemimpin pembelajaran, seorang guru penggerak juga dibekali keterampilan kepemimpinan yang baik. Mereka tahu bagaimana cara mengelola sumber daya dan memimpin tim dengan efektif. Terdapat berbagai komunitas praktisi yang telah diinisiasi oleh para guru penggerak di berbagai sekolah. Mereka mampu mengambil keputusan yang tepat dan berpikir strategis dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Juga telah dilatihkan tentang pengembangan sekolah berbasis aset atau potensi sekolah.
Menjadi pemimpin pendidikan memang bukanlah hanya tentang menjadi seorang guru penggerak. Selain keterampilan kepemimpinan yang baik, seorang pemimpin pendidikan juga harus memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai aspek lain pendidikan, seperti kebijakan, manajemen sumber daya, dan pengembangan kurikulum. Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Keberadaan guru penggerak sebagai hasil dari proses panjang program pendidikan guru penggerak diharapkan memberikan warna baru dalam pendekatan kepemimpinan pendidikan. Pendekatan kepemimpinan pendidikan pasca guru penggerak memerlukan pemimpin pendidikan yang lebih kolaboratif dan terbuka terhadap kerja sama antara semua pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Pemimpin pendidikan harus memastikan bahwa setiap individu di dalam lingkungan pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
Kepemimpinan pendidikan era guru penggerak harus memperhatikan pengembangan keterampilan dan potensi siswa secara holistik, dengan fokus pada peningkatan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Hal ini akan membantu siswa untuk siap menghadapi tantangan masa depan. Kepaduan antara konsep kodrat alam dan kodrat zaman sebagaimana dipelajari dalam pemikiran filosofis KHD (Ki Hajar Dewantara) perlu terus menjadi pegangan seorang guru penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pendidikan.
Dalam kepemimpinan pendidikan pasca guru penggerak, penting juga untuk memperhatikan pengembangan profesionalisme guru. Guru harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas dan efektif. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga harus diperhatikan dengan baik, sehingga dapat membantu memperbaiki efektivitas pembelajaran. Digitalisasi pendidikan akan menjadi muara yang sama antara program guru penggerak, sekolah penggerak, bahkan organisasi penggerak.
Pemimpin pendidikan era guru penggerak harus menghindari kepemimpinan otoriter, dan harus selalu membangun budaya kolaborasi yang kuat. Setiap pemangku kepentingan dalam lingkungan pendidikan harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saatnya era kompetisi dalam pendidikan dibelokkan arah pada era kolaborasi.
Kepemimpinan pendidikan era guru penggerak adalah kepemimpinan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan inovatif. Hal itu menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan mendukung perkembangan optimal siswa. Penting bagi pemimpin pendidikan untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam transformasi pendidikan di Indonesia. Terus tergerak, bergerak, dan menggerakkan!
*) Penulis adalah Guru SMP Negeri 1 Bondowoso dan Fasilitator Nasional Program Organisasi Penggerak.
Editor : Safitri