Terlepas apa pun pilihan reaksi yang dipilih, hal pasti adalah kebutuhan tidak pernah bisa ditunda, dihindari, apalagi kebutuhan yang menurut kita kebutuhan penting walau setiap orang memiliki prioritas yang berbeda. Hal Pertama dan utama adalah sesuai dengan dasar negara kita yang pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” bahwa setiap anak bangsa selalu memiliki Tuhan yang kita percayai sebagai fokus terbesar dalam kehidupan manusia sesuai dengan kebebasan menjalankan ibadah. Kedekatan kepada sang Pencipta dan ketakwaan bahwa Tuhan yang maha Esa akan memberikan pertolongan kepada setiap insan. Ketuhanan berisi ketakwaan dan sikap Percaya dengan selalu berusaha maksimal dengan tetap percaya bahwa akan selalu ada jalan sesuai dengan ikhtiar dan kedekatan hamba dengan pencipta.
Ikhtiar dengan pemanfaatan produk lokal nasional sebagai potensi Industri dan memenuhi kebutuhan kita. Penduduk Indonesia itu sangat besar menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI yang dikutip Wikipedia jumlah penduduk per tanggal 24 Agustus 2022 Indonesia sebesar 274.790.244 menduduki terbanyak nomor 4 setelah nomor 1. Tiongkok 1.418.340.000, 2. India 1.399.460.000, dan 3. Amerika sebesar 338.868.000. Dengan besarnya jumlah penduduk memiliki makna kebutuhan masyarakat Indonesia juga banyak. Mulai dari kebutuhan bahan pokok seperti makanan, minuman, pakaian hingga kebutuhan lain. Kebutuhan masyarakat adalah peluang bisnis untuk dapat kita gali untuk memperoleh penghasilan. Kita bisa membayangkan berapa banyak makanan kecil yang dibutuhkan masyarakat, berapa banyak minuman dengan berbagai varian harga, berapa banyak tempat pembelajaran yang diinginkan, berapa jenis dongkrak pasar dari media digital dan berbagai kebutuhan lain yang merupakan peluang usaha. Menggali kemampuan dan mencipta produk-produk berkualitas tepat guna.
Besarnya kebutuhan tersebut juga harus diiringi dengan semangat konsumen untuk bergandengan tangan sesama masyarakat Indonesia membeli dari kita sendiri sesama bangsa. Berapa banyak kebutuhan kita yang bisa dipenuhi sesama masyarakat dan hal tersebut dapat mendongkrak perekonomian bangsa. Apabila seluruh masyarakat kita menjadi pasar lokal nasional Indonesia maka pengusaha kecil, menengah dapat bernapas lega mendapati perputaran tersebut.
Fokus kepada pemanfaatan berbagai kekayaan Indonesia, sumber daya alam Indonesia yang luar biasa. Karena secara bersama-sama dunia sedang mengalami kondisi tidak stabil maka kebutuhan-kebutuhan yang berasal dari luar negeri juga ikut terganggu. Gampangnya adalah secara kreatif memanfaatkan sumber yang dimiliki masyarakat untuk lebih dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Apabila sumber daya menggunakan potensi alam sendiri maka biaya produksi ataupun kebutuhan rumah tangga menjadi lebih murah. Maka hal paling aman dan nyaman adalah selalu menggunakan sumber daya alam melimpah dari yang kita punyai. Halaman kita yang luas sepertinya layak untuk dijadikan ladang penyedia barang-barang kebutuhan. Karena tanah kita yang subur sehingga mudah menumbuhkan berbagai kebutuhan keseharian.
Tak buruk juga apabila kita menilik kembali gaya hidup yang selama ini dijalani mungkin dapat mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang sesuai dengan penghasilan yang dimiliki. Segera mungkin kita membuang gaya hidup untuk prestige terutama bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tidak besar. Buang pemikiran mengukur sebuah kesuksesan dari barang-barang mahal yang dimiliki. Sejatinya manusia itu dihargai karena kebaikan budinya, sikap hati yang selalu memberi pertolongan, dan keramahan. Penghormatan kita yang berbudi dan secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Nomor 20 Tahun 2003).
Proses transformasi budaya dari penghargaan karena kemewahan bergeser menjadi penghargaan karena kemuliaan akhlakul karimah yang harus diwariskan ke generasi berikutnya. Karena budaya sejatinya merupakan kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain (Tirtarahardja dan Sulo, 2005:33). Proses pemanusiaan untuk menjadikan manusia memiliki rasa kemanusiaan, menjadi manusia dewasa, dan manusia seutuhnya agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi secara penuh dan mengembangkan budaya. Seperti yang disampaikan Koentjaraningrat (1974) sebuah kebudayaan dalam arti luas dapat berwujud: (1) ideal, seperti ide, gagasan, dan nilai, (2) kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakatnya, dan (3) fisik, yakni benda hasil karya manusia. Maka kemudian kita akan menghilangkan gaya hidup yang tidak diperlukan menjadi wajib saat ini karena kondisi dalam tekanan perubahan yang tidak menentu. Dalam upaya keluar dari krisis setiap pribadi tentunya memiliki prioritas pembelajaran yang sesuai dengan pengeluaran.
Kondisi tidak stabil dan cenderung disruptif ini terjadi perubahan besar-besaran dan masih dalam kondisi tidak terprediksi maka masyarakat penting untuk banyak bersedekah membantu masyarakat tidak mampu agar semua elemen bangsa dapat bersama melewati persoalan ini. Selain itu pilihan investasi adalah cara yang bijaksana untuk mengendalikan peredaran uang selain juga menjadi lebih pasti ada investasi untuk masa depan. Metode investasi juga banyak dan dapat dipilih sesuai dengan kenyamanan.
Mulai membuat manajemen hidup yang lebih terarah. Merancang merencanakan mana kebutuhan yang penting dan mana kebutuhan yang tidak memiliki efek urgent bagi kehidupan. Tentunya setiap orang memiliki prioritas masing-masing dalam pengaturannya. Yang jelas, proses perencanaan kemudian diaplikasikan dalam kehidupan akan memberikan arah jelas bagi pengeluaran. Evaluasi diri terhadap perencanaan agar kegiatan keseharian mendatang menjadi lebih baik. Tidak terjerumus berkali kali dalam persoalan yang sama karena kondisi masih di era unstable.
*) Penulis adalah dosen Institut Teknologi dan Sains Mandala
Editor : Safitri