Radar Jember – Pebulutangkis unggulan tak terbendung pada hari kedua Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Jember. Sejumlah atlet unggulan dari berbagai nomor pertandingan berhasil melaju ke perempat final yang digelar hari ini.
Dalam pertandingan di GOR Argopuro, kemarin (16/10), unggulan pertama tunggal remaja putra, M. Alvaro Tri Arifin dari PB Putra Jember, melaju mulus setelah mengalahkan Iqiq Saihul dari PB Putra KPN Bangsalsari dua set langsung dengan skor 15-6 dan 15-6.
Pada babak perempat final, hari ini. Alvaro dijadwalkan menghadapi Nay Kenley. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Alvaro untuk kembali menunjukkan kemampuannya sekaligus menjaga peluang melangkah ke babak berikutnya.
Baca Juga: Megawati Hangestri Berjuang Pulihkan Kondisi, Hyundai Hillstate Tak Punya Banyak Pilihan?
Sementara itu, di nomor tunggal anak putra (TAPA), unggulan kedua Dzaky Abrisam dari PB Tristan Pratama Remaja Junior tampil dominan. Dia mengalahkan Robbani Alam Wijaya dari PB GCM Perkasa dengan skor 15-1 dan 15-4.
Pada perempat final, Dzaky akan menghadapi Ibnu Zidane. Pertandingan diprediksi menjadi ujian berikutnya bagi atlet unggulan tersebut untuk mempertahankan performanya.
Unggulan pertama TAPA, Narendra dari PB Jaya Raya Satria, juga berhasil melaju ke perempat final. Penampilannya menjadi salah satu perhatian dalam persaingan nomor tunggal anak putra.
Ketua PBSI Jember, Ainur Rofiq, mengatakan Kejurkab Bulutangkis Jember kali ini diikuti 183 atlet usia pembinaan. Mereka berasal dari 16 klub yang bersaing dalam 16 nomor pertandingan.
Baca Juga: Jumat Sore Bareng Megawati? Catat Jam Tanding Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026
“Kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi pebulutangkis muda,” paparnya.
Dia berharap, melalui kompetisi tersebut, para atlet semakin berkembang dan mampu meningkatkan prestasi. Kejurkab juga diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk menyiapkan pebulutangkis Jember yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh