KEBONSARI, Radar Jember - Pertandingan semifinal hingga perebutan juara Bahlil Jember Mini Soccer Zona 10 Jember tak hanya menjadi arena adu kemampuan para pemain di lapangan, kemarin (2/10). Di sisi lapangan, para suporter juga sibuk unjuk kreativitas lewat yel-yel, nyanyian, dan teriakan dukungan. Mereka sama-sama berusaha mengirim “teror” kepada kubu lawan sekaligus memburu gelar best supporter yang memang dilombakan dalam turnamen tersebut.
Pada semifinal antara SMAN Rambipuji dan SMKN 2 Jember, atmosfer pertandingan semakin panas karena kelompok suporter terus bersahut-sahutan. Yel-yel yang diteriakkan dari pinggir lapangan menjadi energi tambahan bagi pemain yang sedang bertarung. Suporter SMAN Rambipuji bahkan terus memberikan tekanan suara ketika timnya sempat tertinggal 0-1.
Dukungan itu semakin terasa setelah SMAN Rambipuji mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Nyanyian dan teriakan suporter terus menggema untuk menjaga semangat pemain agar tidak kehilangan momentum. Energi dari pinggir lapangan akhirnya terbayar setelah SMAN Rambipuji mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas SMKN 2 Jember.
Baca Juga: Wakil Jember Melaju ke Bahlil Mini Soccer Jatim
Suasana serupa juga terlihat dalam pertandingan perebutan juara ketiga dan keempat. SMKN 2 Jember berhadapan dengan SMKN 5 Jember dalam laga yang berlangsung cukup sengit.
Para suporter kedua sekolah tak berhenti memberikan dukungan, seolah pertandingan di lapangan juga menjadi panggung pembuktian kreativitas mereka.
Sorakan dari tribun dan sisi lapangan terus mengiringi setiap serangan yang dibangun para pemain. Setiap peluang disambut teriakan, sedangkan gol langsung dirayakan bersama-sama oleh pemain dan suporter.
Pada laga tersebut, SMKN 2 Jember akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 atas SMKN 5 Jember.
Persaingan antarsuporter pun menjadi warna tersendiri dalam Bahlil Jember Mini Soccer Zona 10.
Mereka bukan sekadar datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga membawa identitas sekolah dan berusaha menjadi kelompok suporter paling menarik melalui dukungan yang kompak.
Di tengah ketatnya persaingan di lapangan, “saling kirim teror” dari pinggir lapangan membuat turnamen terasa lebih hidup dan meriah. (kin/nur)
Editor : Nur Hariri