JEMBER, Radar Jember - Persaingan Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember memasuki babak penting, kemarin (2/10). Empat tim SMA/SMK asal Jember bertarung di semifinal untuk memperebutkan tiket ke partai final sekaligus peluang menjadi wakil Zona 10 menuju tingkat Jawa Timur. Mereka adalah SMAN Rambipuji (SMARA), SMKN 2 Jember, SMAN Balung (SMABA), dan SMKN 5 Jember (Kaliber).
SMARA menunjukkan mental bangkit dalam semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember, kemarin (2/10). Sempat tertinggal 0-1 dari SMKN 2 Jember, SMARA mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 dan memastikan tiket ke partai final.
Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 15.00 itu berjalan terbuka sejak menit awal. SMKN 2 Jember lebih dulu mencetak gol melalui Moch Ade Putra Wijaya yang memanfaatkan serangan balik dan bola muntah dari penjaga gawang SMARA.
Baca Juga: Jadi Ajang Adu Skill plus Jaga Sportivitas, Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember, Bondowoso, Lumajang
SMARA tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Kapten Raditya Adi Ramadhan menyamakan kedudukan sekitar dua menit kemudian melalui tendangan keras kaki kiri. Gol tersebut membuat permainan SMARA berubah lebih percaya diri. Memasuki babak kedua, Raditya kembali mencetak gol sekaligus membawa timnya berbalik unggul 2-1.
SMARA sempat memperlebar keunggulan melalui Yunus Fefanya Babingga. Namun, gol tersebut dianulir karena sebelum bola masuk ke gawang terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang SMKN 2 Jember.
Skor 2-1 akhirnya bertahan sampai pertandingan selesai. SMARA pun melaju ke final Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember dan tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya sebagai calon lawan.
Baca Juga: SMAN 4 Pasuruan Juara Zona 9, Amankan Tiket Final Bahlil Mini Soccer Jatim
Pelatih SMAN Rambipuji Wildy Suni Madisa mengatakan, strategi yang diterapkan timnya sejak awal menekankan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Menurutnya, perubahan permainan terlihat setelah tim tertinggal lebih dulu dan mampu menyamakan kedudukan melalui sang kapten. “Begitu kapten bisa membalikkan keadaan, semangat anak-anak meningkat, semakin kompak dan kondusif pada waktu bermain lagi,” ujar Wildy.
Menurut Wildy, pola permainan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diterapkan dalam latihan maupun pertandingan. Hanya saja, ada sedikit penyesuaian karena pemain SMARA lebih sering bermain sepak bola dengan format permainan yang lebih besar.
Penyesuaian terutama dilakukan pada cara pemain bertahan, gelandang, dan pemain depan menjalankan perannya. “Strateginya sudah sering diterapkan sama pelatih, cuma karena anak-anak ini biasanya lebih sering di sepak bola, ada sedikit perubahan terkait pemain belakang, tengah, maupun depan,” jelasnya.
Lolos ke final belum membuat SMARA bisa berleha-leha. Wildy masih menunggu lawan yang akan dihadapi sekaligus menyiapkan evaluasi, terutama terkait koordinasi antarpemain.
Menurutnya, kehilangan koordinasi sempat membuat SMARA kecolongan dan memberikan ruang kepada lawan untuk membangun serangan. Karena itu, konsentrasi pemain menjadi salah satu hal yang kembali ditekankan sebelum menghadapi pertandingan final. “Yang perlu ditekankan lagi konsentrasi pada waktu bermain, terutama koordinasi antara pemain belakang, tengah, dan depan,” kata Wildy.
Pada semifinal lainnya, SMAN Balung menghadapi SMKN 5 Jember. SMAN Balung berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 setelah memanfaatkan kesalahan penjaga gawang SMKN 5 Jember yang gagal mengamankan bola.
Hasil tersebut membuat SMAN Balung menjadi tim kedua yang melaju ke final bersama SMARA. Sementara itu, SMKN 2 Jember dan SMKN 5 Jember harus bertarung dalam laga perebutan tempat ketiga sebelum partai final digelar pada malam hari. (kin/nur)
Editor : Nur Hariri