Radar Jember – Prestasi atlet tidak hanya ditentukan latihan keras, tetapi juga proses pemulihan atau recovery. Hal tersebut yang disajikan KONI Jember bersama Mayapada Hospital dalam kegiatan bertema
“Maximize The Effort, Optimise The Rest: Recovery sebagai Strategi Menuju Podium”.
Kegiatan tersebut diikuti pengurus KONI Jember, hingga pelatih cabang olahraga (cabor), dengan menghadirkan dr. Reyner Valiant Tumbelaka Sp OT dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, serta dr Pratama Wicaksana Sp KO, dokter spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Surabaya.
Baca Juga: Hari Kedua Uji Coba Pengalihan Arus di Jember, Jalan Trunojoyo Macet Parah
Reyner menjelaskan, cedera bukan akhir dari karier atlet. Dengan penanganan dan pemulihan yang tepat, atlet yang mengalami cedera, termasuk yang menjalani operasi, tetap dapat kembali bertanding dan mencapai performa terbaik.
“Jadi atlet yang cedera dan sudah menjalani operasi tetap bisa berprestasi dan kembali ke performa terbaiknya,” ujarnya.
Sementara itu, dr Pratama menegaskan bahwa recovery merupakan bagian dari latihan, bukan sekadar waktu istirahat.
“Recovery adalah bagian dari latihan. Tidur adalah recovery yang paling bagus,” tegasnya, Sabtu (26/9)
Ia juga memaparkan pentingnya pengaturan latihan, istirahat, dan pemenuhan kebutuhan tubuh untuk menjaga kondisi atlet tetap optimal.
Baca Juga: Komisi A DPRD Jember Usut Dugaan Indisipliner ASN Bakesbangpol Berinisial HWA
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang membahas penanganan cedera, pola pemulihan, kebutuhan gizi, serta berbagai persoalan kesehatan yang kerap dihadapi atlet.
Ketua KONI Jember, Ervan Friambodo, turut menggali respons peserta terkait pentingnya edukasi kesehatan dan pemulihan dalam pembinaan olahraga.
"Pendekatan dalam meningkatkan prestasi tidak sekedar latihan dan latihan, tapi harus juga didasari dengan sport sciences, termasuk pendekatan ilmu kesehatan dan kedokteran,” terangnya.
Pihaknya berharap, memperkuat pemahaman pelatih hingga pengurus cabor dan KONI bahwa prestasi tidak hanya dibangun melalui latihan keras.
Tetapi juga pemulihan yang tepat agar atlet siap tampil maksimal di arena pertandingan. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh