Radar Jember – Ketua Pordasi Equestrian Jember Rahaditha Viraq Prakasa mengatakan, pengenalan menjadi tahap awal untuk mencari bibit baru.
Sebab, menurutnya, sulit menjaring atlet jika olahraga berkuda belum banyak dikenal masyarakat.
“Tahap awal yang akan kami lakukan adalah pengenalan. Kalau tidak kenal, bagaimana mau menjaring,” ujar pria yang akrab disapa Radit itu.
Dia menyebut sosialisasi nantinya dapat dilakukan dengan mendatangi sekolah atau mengajak siswa melihat langsung tempat latihan berkuda.
Baca Juga: Pordasi Equestrian Jember Resmi Terbentuk, KONI Dorong Pembinaan Berbasis Prestasi
Langkah tersebut akan diupayakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait. “Detail dan teknisnya masih kami susun,” sebutnya.
Menurut dia, penjaringan atlet menjadi kebutuhan penting karena saat ini jumlah atlet aktif Pordasi Equestrian Jember masih terbatas. Menurutnya Jember hanya memiliki 8 atlet Pordasi Equestrian.
Sementara untuk proyeksi Porprov Jatim 2027, hanya enam atlet yang masih dapat dimaksimalkan. Sebab dua atlet lainnya terkendala usia serta melanjutkan kuliah di luar kota.
Keterbatasan tersebut membuat Pordasi perlu mencari calon atlet baru sejak dini. Radit berharap pengenalan ke sekolah dapat membuka kesempatan bagi pelajar yang memiliki minat sekaligus potensi di olahraga berkuda.
Lebih jauh, untuk menghadapi Porprov 2027, Radit enggan muluk-muluk, dia memasang target meraih satu medali emas dari nomor jumping.
Sebab pada Porprov sebelumnya, Jember belum berhasil meraih satupun medali meski mengirim delapan atlet. “Kemarin salah satu kendalanya ada pada kuda yang bermasalah,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua KONI Jember Ervan Friambodo menilai persoalan regenerasi memang menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi Pordasi Equestrian.
Selama ini, atlet berkuda cenderung berasal dari lingkungan internal pegiat yang sudah lebih dulu berkecimpung di olahraga tersebut.
“Saya kira selama ini orangnya di lingkaran itu-itu saja. Yang ikut kompetisi juga mereka yang sudah berkecimpung di Pordasi,” jelasnya.
Menurut Ervan, kondisi tersebut membuat ruang penjaringan atlet baru menjadi terbatas. Padahal, Jember memiliki sejumlah pemilik kuda yang dapat menjadi bagian dari pengembangan olahraga tersebut.
Baca Juga: Panaskan Mesin Kuda dan Atlet, Pordasi Jember Raih Medali pada Dua Kejuaraan
Karena itu, sosialisasi ke sekolah dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk mengenalkan olahraga berkuda kepada calon atlet dari luar lingkungan Pordasi. (yul/dwi)
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Imron Hidayatullahh