IBCA MMA Jember Raih Juara Umum 2 Senior di Kejurprov Jatim, Bawa Pulang 13 Medali

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:46 WIB
PRESTASI: Sejumlah atlet MMA Jember yang membawa pulang 13 medali di Kejurprov MMA di Kota Blitar. (IBCA MMA JEMBER)
PRESTASI: Sejumlah atlet MMA Jember yang membawa pulang 13 medali di Kejurprov MMA di Kota Blitar. (IBCA MMA JEMBER)

Radar Jember – Indonesia Beladiri Campuran Amatir - Mixed Martial Art (IBCA MMA) kontingen Jember membawa pulang 2 medali emas, 5 perak dan 6 perunggu pada ajang Kejurprov IBCA MMA Sirkuit 3 Jawa Timur di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar yang berlangsung 17-20 September kemarin.

Menempatkan Jember sebagai Juara Umum 2 kategori Senior.

Ketua IBCA MMA Kabupaten Jember Michael Akira menyebut hasil tersebut cukup memuaskan.

Baca Juga: Cerita Nizar Jadi Pelari Tercepat Kedua di Ultra-Trail Mont-Blanc, Menembus Pegunungan Tiga Negara

Menurutnya, capaian dua emas sekaligus posisi Juara Umum 2 kategori Senior menjadi hasil positif dari penampilan atlet Jember.

“Hasilnya cukup memuaskan, kita mendapatkan dua emas dan juara umum kategori senior,” ujarnya.

Dua emas Jember masing-masing diraih Achmad Tantowi pada kelas Senior Putra 52,2 kilogram dan Kevin Aditya Firdaus pada kelas Senior Putra 61,2 kilogram.

Sementara lima perak diraih Pascalis Tri Putra Mulyadi, Moh. Supriady Alisbahana, Gunawan Aprianto, Yuda Fabian Ramadhani, dan Moch. Farhan Azizi.

Enam perunggu disumbangkan Ifran Maulana, Bintang Pamungkas, Moh. Azzikdin Nuri Akbar, Raysa Ratih Cahya Ningtias, Andika Tegar Prakosa, serta Kezia Setiabudi.

Baca Juga: Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Jadi yang Tercepat Kedua Taklukkan Rute Ekstrem UTMB Prancis

Michael menyebut capaian tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi tim. Ke depan, latihan fisik atlet akan mendapat perhatian lebih besar.

Selama ini, latihan lebih banyak diarahkan pada teknik dan strategi bertanding. “Teknik harus diimbangi dengan fisik yang mumpuni,” katanya.

Menurut Michael, peningkatan latihan juga harus menyesuaikan kesibukan atlet yang mayoritas masih berstatus pelajar. Padatnya kegiatan sekolah dan tugas membuat waktu latihan tidak selalu leluasa.

Karena itu, tim pelatih akan berupaya membuat program yang lebih efektif agar kemampuan atlet tetap berkembang dengan waktu latihan yang tersedia.

“Tugas dan kesibukan sekolah itu kan hal yang tidak bisa dihindari, ke depan manajemen waktunya mungkin bisa lebih diatur,” tandasnya. (yul/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember IBCA MMA Beladiri mma Kejurprov