Radar Jember - Pertemuan antara Megawati Hangestri Pertiwi dan mantan klubnya, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, di panggung V-League Korea 2026/2027 dipastikan menyajikan narasi yang menarik.
Setelah resmi berseragam Suwon Hyundai E&C Hillstate, opposite andalan Indonesia tersebut bakal kembali menginjakkan kaki di markas Red Sparks pada kompetisi bergengsi yang dimulai Oktober 2026 mendatang—namun kali ini sebagai rival.
Melakoni laga tandang ke Daejeon, pemain asal Jember, Jawa Timur, itu mengantongi modal berharga berupa pengalaman dua musim (2023/2024 dan 2024/2025) menjadi juru gedor utama Red Sparks.
Baca Juga: KOVO Cup 2026: Ujian Berat Megawati Hangestri Bersama Hillstate Saat Tantang GS Caltex
Berkat peran vital tersebut, Megatron, julukan Megawati, sudah sangat khatam memahami karakter individu para pemain hingga pola permainan taktis milik mantan timnya.
Kendati demikian, kondisi ini berlaku dua arah. Pengabdian dua musim Megawati di Daejeon membuat jajaran pelatih dan rekan-rekan setim terdahunya mengantongi kartu cermin atas gaya bertanding sang pemain.
Kelebihan dan kebiasaan Megawati—mulai dari variasi arah pukulan, kecenderungan pola serangan, hingga karakteristik servis yang menjadi senjata andalannya—tentu sudah dihafal luar kepala oleh Red Sparks.
Pengetahuan mendalam tersebut berpotensi dimanfaatkan Red Sparks untuk merancang skema pertahanan khusus demi meredam gempuran Megawati.
Baca Juga: Ingin Punya Spike Keras Selevel Megawati Hangestri? Kuasai 6 Teknik Dasar Ini
Walhasil, bentrokan antara Hyundai Hillstate dan Red Sparks diyakini bakal bermutasi menjadi ajang adu catur taktik yang amat sengit.
Di sisi lain, Red Sparks telah membentuk komposisi anyar untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Megawati.
Mereka resmi mengamankan tanda tangan pevoli asal Tiongkok, Zhong Hui, untuk mengisi kuota pemain Asia.
Laga seru ini tak sekadar menjadi panggung pembuktian bagi Red Sparks bahwa mereka tetap bertenaga tanpa mesin gol lamanya.
Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi momen emosional saat Megawati hadir kembali di Daejeon—bukan lagi sebagai pahlawan tuan rumah, melainkan sebagai musuh tangguh yang sudah saling tahu isi 'dapur' masing-masing.
Editor : Imron Hidayatullahh